Melawan, Pengacara Jessica Resmi Mengajukan Banding

Melawan, Pengacara Jessica Resmi Mengajukan Banding

Pengacara Jessica Resmi Mengajukan Banding. (foto - ist)

Jakarta - Kubu Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuhan berencana yang divonis 20 tahun penjara Kamis pekan lalu, mengajukan banding. Tim pengacaranya resmi mengajukan banding sehari setelah vonis diketuk di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 
"Pada Jumat lalu kami daftarkan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Hari ini tim mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengambil berkas putusan," kata koordinator pengacara Jessica, Otto Hasibuan, Senin (31/10/2016).
 
Ada beberapa poin keberatan yang dinilai kubu Jessica tidak mencerminkan rasa keadilan. Yakni hakim mengesampingkan seluruh bukti ilmiah dan ahli yang diajukan pihak pengacara. "Tidak satu pun bukti-bukti, saksi-saksi dan ahli yang diajukan dipertimbangkan oleh hakim dan tanpa alasan," kata Otto.
 
Dalam hal barang bukti 4, yaitu cairan di lambung Wayan Mirna Salihin 70 menit setelah dinyatakan tewas usai menyeruput es kopi Vietnam, hakim tidak mempertimbangkannya. Barang bukti itu, jelas-jelas menyebutkan tidak ada sianida di dalam lambung Mirna. "Mestinya, kalau hakim mengabaikan harus ada alasannya," tegas Otto.
 
Selain itu, lanjut Otto, hakim menyimpulkan sendiri sebab kematian Mirna. Hakim mengacu hanya pada kopi bersianida yang diseruput Mirna tanpa pertimbangan ada-tidaknya otopsi. "Hakim tidak berkompeten menyimpulkan matinya korban. Yang berkompeten adalah ahli patologi dan itu pun dengan otopsi. Tapi kan ini tidak (otopsi)," katanya.
 
Adapun otopsi digunakan untuk kepentingan pengadilan, sehingga hakim dapat mempertimbangkan putusan sebelum palu diketuk. Jadi otopsi bukan untuk kepentingan terdakwa, korban, jaksa, tapi untuk pengadilan. Diharapkan, Pengadilan Tinggi bisa memeriksa ulang berkas-berkas perkara di pengadilan tingkat pertama.
 
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso. Jessica diyakini sengaja membunuh temannya itu secara terencana menggunakan racun sianida.
 
Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rochmad mengaku tak mempermasalahkan langkah hukum yang diambil Jessica dan tim pengacara. Pengajuan banding atas putusan hakim merupakan hal  wajar. "Kami sikapi sebagai suatu hal yang biasa," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,