Diduga Melanggar, Tiga Hakim Sidang Jessica Bakal Dipolisikan

Diduga Melanggar, Tiga Hakim Sidang Jessica Bakal Dipolisikan

Tiga Hakim Sidang Jessica segera Dipolisikan

Jakarta - Kantor Pendidikan Advokat Pengacara Indonesia dan Kongres Advokat Indonesia akan melaporkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang mengadili Jessica Kumala Wongso di persidangan perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin ke Komisi Yudisial.
 
Ketiga hakim, yakni hakim ketua Kisworo dan dua hakim anggota, Binsar Gultom dan Partahi Tulus Hutapea, dilaporkan Kapido dan KAI ke KY, Selasa (1/11/2016).
 
Menurut anggota KAI, Bahriansyah majelis hakim dilaporkan karena diduga telah melanggar kode etik, ketika menjatuhkan putusan hukuman 20 tahun penjara kepada Jessica.
 
"Ya, tindakan berlebihan ada perbuatan melawan hukum, menyerang kehormatan profesi advokat, dan menyerang kepribadian terdakwa dengan menyatakan menangis, air mata palsu. Itu menyerang kehormatan orang," kata Bahriansyah.
 
Ia mengatakan, tidak ada dasar hukum yang kuat bagi majelis hakim untuk menjatuhkan vonis kepada Jessica. Bahkan, ia menilai, majelis hakim telah melanggar kode etik, karena cenderung bertindak sebagai jaksa penuntut umum dalam membacakam putusannya.
 
"Pelanggaran kode etik, karena kalimat-kalimatnya. Sebab, tingkah laku Binsar itu tidak memperlihatkan sebagai hakim. Namun, bertindak sebagai jaksa. Dalam kode etik hakim, itu tidak boleh dimuat dalam amar putusan," katanya.
 
Bahriansyah mengatakan, seharusnya pelaporan tersebut dilakukan Senin ini. Namun, karena menganggap laporan dugaan pelanggaran etik hakim itu belum lengkap, maka pihaknya baru mulai melaporkannya ke KY besok.
 
Rencananya pihaknya juga akan melaporkan dugaan tindak pidana majelis hakim kasus kopi bersianida itu ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Laporan itu karena diduga hakim telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap profesi pengacara. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,