Pungli di Terminal Petikemas Surabaya Rp 5-6 Miliar per Bulan

Pungli di Terminal Petikemas Surabaya Rp 5-6 Miliar per Bulan

Aktivitas Terminal Petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur. (foto - ist)

Surabaya - Selama pungutan liar (pungli) terhadap kalangan importir yang barangnya masuk Terminal Petikemas (kontainer) Surabaya (TPS) masih ada, maka proses bongkar muat di TPS tersebut sulit dipercepat. Dilaporkan, setiap kontainer dipungut antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.
 
Demikian terungkap ketika tim gabungan Satgas Saber Pungli Mabes Polri bersama Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menangkap Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III, RS di kantornya, Selasa (1/11/2016).
 
Disinyalir, PT Akara Multi Karya selaku petugas pemeriksa dan yang melakukan bongkar muat kontainer memungut antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta per kontainer, jika barang para importir tersebut ingin cepat diperiksa.
 
"Uang hasil pungutan tersebut disetorkan kepada Direktur Operasional Pelindo III. Dari hasil pungutan tersebut, mereka mendapatkan Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar setiap bulannya," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete.
 
Takdir menjelaskan, praktik pungli tersebut sebenarnya sudah lama terjadi, tepatnya sejak RS menjabat sebagai Direktur PT TPS Surabaya pada 2004 lalu. Sedangkan PT Akara disinyalir ada kaitannya dengan pihak karantina, yang melakukan pemeriksaan terhadap kontainer impor hortikultura.
 
"Kami masih mendalami masalah itu semua. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan dalam kasus tersebut, nantinya akan ada tersangka lain,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,