Sopir Taksi di Bandung Diimbau Gunakan Aplikasi Online

Sopir Taksi di Bandung Diimbau Gunakan Aplikasi Online

Ribuan sopir taksi berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Bandung, Rabu (2/11/2016). (foto - ist)

Bandung - Ribuan sopir taksi konvensional di Kota Bandung melakukan unjuk rasa di depan kantor Walikota Bandung, yang ingin bertahan dengan cara manual saat mencari penumpang. Padahal, Dishub Kota Bandung sudah menawarkan solusi sistem online agar sopir taksi tidak kehilangan pelanggan, yang kini kebanyakan sudah berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi pun menemui pendemo taksi konvensional di Balaikota Bandung, Rabu (2/11/2016). Kehadiran Didi mewakili Walikota Bandung Ridwan Kamil yang tengah berada di Jakarta. Para sopir taksi tersebut melakukan unjuk rasa sejak pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya mereka melakukan longmarch.

"Pelayanan itu kan berkembang. Sekarang orientasinya rata-rata berkembang ke luar (mengikuti kebutuhan konsumen), bukan ke dalam. Masyarakat semakin menginginkan berbagai kemudahan," kata Didi.

Sejauh ini, Dishub sendiri sudah menawarkan kepada pengusaha taksi untuk menggunakan aplikasi agar pemesanan taksi bisa dilakukan secara online. Bahkan sudah ada pihak yang siap membuat aplikasi itu. "Kita sudah menawarkan agar mereka menggunakan sistem online. Namun mereka berprinsip untuk tetap secara konvensional. Saat itu belum ada jawaban dan tidak ada tindak lanjut. Ada yang bilang kemahalan dan lain-lain," katanya.

Disebutkan, perkembangan zaman memang terus bergulir. Sejalan dengan perkembangannya transportasi sudah serba bebasis teknologi, karena disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Harusnya taksi konvensional juga ikut untuk bertransformasi biar tidak ketinggalan zaman," tegas Didi.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka yang tergabung dalam Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB) sempat terjadi saling dorong dengan petugas kepolisian. Aksi dorong terjadi karena Ridwan Kamil tak kunjung datang menghampiri para sopir taksi. Aksi saling dorong dapat dilerai oleh aparat kepolisian, dengan cara meminta delegasi dari salah seorang koordinator aksi.(Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,