Polisi Sita 17 Rekening Penampung Uang Pungli Pelindo III

Polisi Sita 17 Rekening Penampung Uang Pungli Pelindo III

Penggeledahan ruang kerja Direktur Operasional Pelindo III Surabaya Jawa Timur. (foto -ist)

Jakarta - Dugaan praktik pungli di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur, berhasil dibongkar Tim Gabungan Satgas Saber Pungli Mabes Polri dan Polda Jawa Timur. Dua orang dijadikan tersangka, yakni ‎Direktur PT Ankara Augusto Hutapea (AH), dan Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Surabaya, Rahmat Satria (RS).
 
Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Pol Agung Setya pihaknya hari ini menyita 17 rekening dan uang senilai Rp 15 miliar di dalamnya. Sejumlah rekening tersebut diduga menjadi tempat penampungan uang hasil pungli.
 
"Kita telah menyita uang yang ada di dalam rekening. Totalnya 17 rekening dengan total nilai mencapai Rp 15 miliar," kata Agung dalam jumpa pers di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).
 
Agung menjelaskan, dana dalam 17 rekening itu yang akan didalami. Oleh karena itu, pihaknya terus mengumpulkan bukti yang cukup untuk menyatakan dana itu memang hasil tindak pidana. "Akan kita telusuri dan kita akan pastikan dana yang masuk itu dana hasil kejahatan," tegas Agung.
 
Disebutkan, PT Ankara diduga menyetor kepada Pelindo III lewat RS setiap bulannya. Besaran setoran itu antara Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar. Kemudian, setoran itu didistribusikan oleh pihak tertentu yang saat ini tengah didalami. "Itu didistribusikan oleh pihak tertentu. Kita tahu ini adalah pungli yang jadi target kita untuk bersihkan di semua wilayah pelabuhan," katanya.
 
Seperti diketahui, Tim gabungan Satgas Saber Pungli dan Dwelling Time Mabes Polri yang dibantu Polda Jatim dan Polres Pelabuhan Perak menangkap direktur PT Akara, AH. Dia ditangkap saat menarik pungli dari importir di Terminal Petikemas Surabaya pekan lalu.
Dalam pengembangannya, uang hasil pungli disetorkan kepada Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Surabaya, RS. Lalu tim gabungan melakukan penangkapan terhadap RS di ruang kerjanya.
 
Tim gabungan Satgas Saber Pungli juga menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai senilai Rp 500 juta, uang dalam rekening RS yang berjumlah kurang lebih Rp 10 miliar dan beberapa dokumen serta komputer.‎ Baik AH dan RS kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,