Ledakan Bom Dalam Ambulans di Irak Tewaskan 21 Orang

Ledakan Bom Dalam Ambulans di Irak Tewaskan 21 Orang

ISIS mengklaim sebagai bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri dalam ambulans di Tikrit dan Samarra, Irak. (foto - ist)

Tikrit - Seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam ambulans. Pembawa bom tersebut meledakkannya di dalam kendaraan, di sebuah pos pemeriksaan dan area parkir untuk peziarah Syiah di dua kota Irak, Minggu waktu setempat.
 
Seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (7/11/2016) pejabat setempat menyatakan, ledakan itu menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan kembar itu berlangsung di Tikrit dan Samarra, ketika pasukan Irak dan pasukan keamanan, berjuang untuk merebut kembali kota utara Mosul dari ISIS. Wilayah itu telah dikuasai lebih dari dua tahun.
 
ISIS muncul dan menjadi bagian dari serangkaian konflik antar Sunni dan Syiah, yang melanda kota Kirkuk. Kota kaya minyak itu dikendalikan Kurdi selama perebutan Mosul dalam tiga pekan terakhir.
 
Kantor berita ISIS, Amaq menyatakan serangan itu dilakukan oleh kelompok militannya. Di Tikrit, bomber meledakkan bahan peledak dengan media ambulans di pintu masuk selatan ke kota pada jam sibuk pagi hari. "Menewaskan 13 orang," kata polisi dan sumber rumah sakit.
 
Penyerang lain meledakkan kendaraan di tempat parkir mobil peziarah, yang mengunjungi salah satu tempat suci Islam Syiah, Masjid al-Askari di Samarra, sebelah selatan Tikrit. "Bom itu menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk dua peziarah Iran.
 
Pemerintah operasi lokal, militer dan polisi gabungan, mengatakan kendaraan yang digunakan di Samarra juga ambulans," ungkap pejabat setempat. Pihak berwenang di kedua kota menyatakan saat ini tengah diberlakukan jam malam, khawatir terjadi serangan lanjutan.
 
Amaq menyebutkandua pengebom bunuh diri menyerang di Samarra, yang pertama meledakkan sebuah bom mobil dan kedua mengaktifkan sebuah bahan peledak rompi di antara sekelompok orang yang selamat dari ledakan pertama. Serangan di Tikrit itu dilakukan oleh seorang pengebom mobil tunggal.
 
Pasukan Irak dan pasukan keamanan yang didukung koalisi internasional dipimpin AS, tengah berjuang keras merebut Mosul dari ISIS. Pasukan khusus telah memasuki distrik timur, di mana mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok militan yang mengerahkan bom mobil, penembak jitu dan mortir. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,