Nurdin, Emil dan Basuri Beradu Konsep di Jakarta

Nurdin, Emil dan Basuri Beradu Konsep di Jakarta

Nurdin, Emil dan Basuri

Jakarta - Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  (Emil), dan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama di Jakarta, Selasa malam (11/11/2014) mengisahkan strateginya membangun kota dengan konsep membahagiakan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketiga kepala daerah itu bertemu dalam sebuah diskusi bertajuk "Dialog Demokrasi: dari Daerah Untuk Indonesia" dalam rangka ulang tahun ke-15 The Habibie Center di Jakarta.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengisahkan dirinya berupaya membangun kota Bantaeng dengan jalan merevitalisasi kawasan-kawasan kumuh menjadi sarana publik yang layak dan indah.

Nurdin juga mencoba meningkatkan kerja sama dengan negara Jepang, tempat dimana dirinya sempat menuntut ilmu, dengan melakukan ekspor berbagai produksi hasil bumi Bantaeng ke wilayah tersebut.

Hasilnya, menurut Nurdin, perekonomian warga dengan tingkat kebahagiaan warga dapat meningkat secara signifikan.

Sementara itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil menyatakan mencoba meningkatkan kebahagian warganya dengan jalan menciptakan sarana-sarana publik dan sarana kreatif, agar warga bisa berkumpul bersama.

Emil yang sempat bekerja sebagai arsitek itu juga mencoba menerapkan berbagai program-program berbasiskan gotong royong untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan lingkungan di Bandung.

"Saya buat gerakan pungut sampah, dengan bergotong royong," ujar Emil.

Sedangkan Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama yang juga adik kandung Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengaku menerapkan teori Sun Tzu dalam membangun kota.

"Dalam teori Sun Tzu itu untuk menguasai sebuah kerajaan cukup menguasai teritori di sekitarnya. Maka saya coba bangun desa-desa lebih dulu, dengan begitu desa akan mengepung kota sendirinya," ujar dia.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara sekaligus Dewan Pakar The Habibie Center Sofian Effendi menilai dari ketiga pemaparan kepala daerah itu, kunci kemajuan suatu daerah adalah dengan cara membahagiakan dan menyejahterakan masyarakat, serta adanya kecintaan mendalam dari kepala daerah terhadap warga dan tempat tinggalnya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,