Model Playboy Itu Terancam Dipenjara karena Snapchat

Model Playboy Itu Terancam Dipenjara karena Snapchat

Dani Mathers

Los Angeles - Mantan model panas majalah Playboy Amerika Serikat, Dani Mathers (29) terancam dipenjara, gara-gara mengambil gambar seorang nenek-nenek dalam keadaan telanjang dengan Snapchat. Latar tempat dalam video singkat tersebut, yakni di ruang ganti baju suatu gimnastik di Los Angeles.
 
Usai rekaman itu menyebar luas, Mathers pun dikecam habis-habisan. Warganet menilai, kelakuan model syur itu sangat tidak pantas. Seolah membandingkan kemolekan tubuhnya dengan perempuan tua 70 tahun di belakangnya sedang mandi, yang bahkan tidak sadar diambil gambarnya.
 
Dalam postingannya, ia memberi keterangan, "Jika aku tak bisa melihat ini maka kalian juga tidak akan bisa". Demikian seperti dikutip dari ITV, baru-baru ini. Sejauh ini,  Marthes sendiri telah meminta maaf di Twitter atas kejadian tersebut. Kemudian ia pun telah menghapus akunnya di Snapchat. Ia juga meminta waktu untuk merenungkan kesalahannya. Namun masyarakat sudah terlanjur marah atas caranya mempermalukan orang lain.
 
Kasus hukum model seksi California itu saat ini ditangani oleh pengadilan negeri di Los Angeles. Jika terbukti bersalah, ia dapat diganjar hukum pidana maksimal enam bulan, dan membayar denda maksimal 1.000 dolar AS atau Rp 13 juta.
 
Jaksa penuntut umum LA, Mike Feuer menyatakan, body shaming atau mempermalukan bentuk tubuh seseorang sejauh ini tidak masuk tindakan kriminal. Namun demikian, memang ada beberapa kondisi yang dapat membuat hal itu dimejahijaukan, seperti jika menyerang privasi seseorang.
 
"Body shaming jelas tindakan memalukan dan menyakitkan bagi korban. Konsekuensi yang diderita korban bisa mengena dalam jangka panjang. Sebab, si pelaku dengan sengaja mengolok-olok dan memberi stigma negatif pada korbannya. Meruntuhkan harga diri mereka dan mengabadikannya lalu menyebarnya, adalah gagasan yang lebih berbahaya lagi,” paparnya.
 
Feuer menekankan, dalam memproses persoalan itu yang terpenting adalah karakter dan kemanusiaan. Meski body shaming tidak masuk tindak pidana, ia memastikan hal tersebut tidak dapat ditoleransi.
 
Pada sisi lain, pengacara Mathers meyakinkan kliennya tidak melanggar hukum apa pun. Sehingga kuasa hukumnya sangat kecewa apabila model yang dibelanya itu harus dikenakan pasal-pasal kekerasan, dan dianggap melangkahi privasi seseorang.
 
Belakangan diketahui, insiden tersebut dilaporkan pertamakali oleh pihak gimnastik setempat kepada polisi. Sementara laporannya diproses, pihak gimnastik mencabut keanggotaan Mathers. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,