SBY Dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Forum Alumni HMI

SBY Dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Forum Alumni HMI

SBY saat berpindato di kediamannya pada 2 November lalu. (foto - ist)

Jakarta - Sejumlah orang yang menyebut dirinya dari Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI), melaporkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri, Kamis (10/11/2016). Namun, sejauh ini laporan mereka belum teregister.

Ketua Koordinator FSA HMI, Mustaghfirien menyatakan pidato SBY pada 2 November di kediamannya dapat memprovokasi umat muslim. Ia menilai, pernyataan itu mengandung hasutan. "Ada pernyataan yang mengandung hasutan dan penyebaran kebencian terhadap etnis, dalam hal ini Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) selaku kandidat calon Gubernur DKI," kata Mustaghfirien di Bareskrim Polri.

Menurutnya, pidato SBY terkesan mendorong umat muslim untuk terus berdemo jika kasus Ahok tidak ditindaklanjuti. Ia juga menggarisbawahi penggunaan kata 'lebaran kuda' dalam pidato SBY. "Ini bisa dilihat dari perumpamaan kata lebaran kuda yang digunakan sebagai padanan yang tidak mungkin berhenti menuntut, jika keinginan demonstran tidak didengar," katanya.

Mustaghfirien mencatat, SBY juga menyampaikan pernyataan agar 200 juta masyarakat Indonesia jangan sampai tersandera oleh satu orang. Satu orang yang dimaksud itu adalah Ahok.

Ia pun menuding pidato SBY terkesan politis untuk kepentingan kandidat tertentu khususnya di Pilkada DKI. Pleh karena itu, ia mengadukan SBY ke Bareskrim dengan mengajukan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan Dengan Lisan.

"Sampai lebaran kuda pendemo akan tetap berdemonstrasi kalau Ahok tidak diadili. Menurut saya ini harus diusut karena sangat politis, karena itu jadi rusuh dan ada adik-adik kami yang ditangkap dengan dalih memprovokasi," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,