Warga Perancis Memperingati Satu Tahun Serangan Teror

Warga Perancis Memperingati Satu Tahun Serangan Teror

Warga Perancis memperingati satu tahun serangan teroris. (foto - Reuters)

Paris - Satu per satu 130 nama korban tewas serangan teroris dibacakan oleh salah seorang anak, yang kehilangan ayahnya dalam tragedi itu. Michael Dias memuji pelajaran integrasi yang diajarkan sang ayah, seorang imigran Portugal ehingga memungkinkannya membaur bukan mengubah diri menjadi 'martir'.
 
Di stadion nasional Stade de France utara Paris, Michael mengatakan, Manuel, ayahnya merupakan "bukti hidup bahwa integrasi mungkin dan diperlukan" untuk mengakhiri kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa 'dibedakan'.
"Belajar untuk kembali hidup setelah ayahku dibunuh adalah tantangan pribadi...," kata Michael, dilansir Associated Press,  Minggu (13/11/2016).
 
Pemimpin peringatan satu tahun serangan teror terkoordinasi Paris yakni Presiden Perancis, Francois Hollande. Presiden Hollande dilaporkan meresmikan sebuah plakat 'in memory of Manuel Dias' di luar stadion Stade de France, tepat di mana ayah Michael ditemukan tewas oleh aksi pembom bunuh diri.
 
"Hari ini menjadi semacam pengingat tentang ancaman teroris yang dihadapi oleh Eropa," kata Europol, lembaga kepolisian Eropa.
 
Sementara itu di arena konser musik, Bataclan yang merupakan salah satu lokasi bom bunuh diri dalam teror Paris kembali beroperasi. Pembukaan stadion itu ditandai dengan penampilan musisi rock, Sting. Sebelum memulai aksinya mereka meminta para hadirin mengheningkan cipta, mengenang kembali para korban tewas.
 
Teror berupa bom bunuh diri dan penembakan di Bataclan menewaskan 90 orang. Korban tewas termuda berusia 17 tahun sementara tertua berusia 68 tahun. "Kami memiliki dua agenda penting. Pertama, mengenang dan menghormati mereka yang tewas. Kedua, untuk merayakan kehidupan dan musik dari tempat bersejarah ini. Kita tidak akan melupakan mereka...," ungkap musisi berusia 65 tahun itu, sebelum memainkan lagu 'Fragile' dan 'Message in a Bottle'.
.

Categories:Internasional,
Tags:,