Peta Dunia 'Versi Trump' Indonesia Masuk Negara Teroris

Peta Dunia 'Versi Trump' Indonesia Masuk Negara Teroris

Berdasarkan Peta Dunia, Indonesia Masuk Negara Teroris 'Versi Donald Trump'. (foto - indy100.com)

Washington DC - Presiden Barack Obama dan Clinton pernah menyatakan, bahwa sosok seperti Trump sebetulnya tidak pantas menjadi presiden AS. Pernyataan itu pula banyak didukung oleh banyak kalangan, terutama setelah melihat jejak rekam Trump selama ini.
 
Selepas pria 70 tahun itu dinyatakan sebagai presiden terpilih, demo besar-besaran pun pecah di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. Kerusuhan merebak dibarengi pembakaran. Polisi sampai harus menembakkan gas air mata, untuk melerai massa yang memprotes kemenangan Trump.
 
Memang, sosok Trump dikenal dengan omongannya yang blak-blakan, ceplas-ceplos dan terkadang kasar. Ia bisa dengan mudah menyebut orang atau sekelompok orang, dengan gambaran yang menyamaratakan atau menggampangkan.

Seperti dikutip dari koran the Independent, Sabtu (12/11\2016) seniman asal Bulgaria Yanko Tsetkov baru-baru ini membuat sebuah peta dunia, yang menurutnya sesuai dengan anggapan Trump. Wajar, sebagai presiden AS ke-45, ia bisa dibilang akan menjadi sosok terkuat di muka bumi.

Amerika Latin, menurut Trump adalah benua tempat lahan suburnya para ratu kecantikan dunia Miss Universe. Amerika Latin memang selama ini sudah seringkali meraih gelar Miss Universe, yang merupakan ajang kontes kecantikan yang dibuat oleh Trump.

Bagaimana dengan teroris? Peta dunia menurut Trump dengan mudah akan mengarahkan telunjuknya ke Timur Tengah dan Afrika Utara. Dalam peta buatan Tsetkov, daerah Timur Tengah hingga Afrika Utara termasuk Indonesia, masuk dalam warna hitam.

Sedangkan benua Eropa disebut sebagai Makkah Baru, seiring kedatangan para pengungsi Suriah karena konflik di negaranya. Seperti apa Trump melihat Rusia? Dalam peta itu Negeri Beruang Merah disebut sebagai Pembantai ISIS.

Sementara sebagian benua Afrika dikatakan sebagai kampung halaman Obama. Namun tentu saja peta dunia tersebut hanyalah peta versi anggapan Tsetkov, yang bukan benar-benar berasal dari Donald Trump. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,