Empat Negara Jadi Penyokong Dana Teroris di Indonesia

Empat Negara Jadi Penyokong Dana Teroris di Indonesia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) di Aula Baliurang, Rabu (16/11/2016). (foto - ist)

Jakarta - Australia disebut-sebut sebagai negara terbesar, dalam mendonasikan uangnya untuk terorisme di Indonesia. Selain Australia, ada pula Malaysia, Brunei dan Filipina.

"Dana yang paling besar untuk teroris di Indonesia adalah dari Australia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Kampus UI, Rabu (16/11/2016).

Gatot mengatakan, konflik dunia disebabkan karena latar belakang energi. Ketika dunia terjadi konflik, menyebabkan hancurnya tatanan masyarakat. "Konflik dunia, 70 persen dilatarbelakangi energi. Krisis energi menyebabkan kompetisi global dan merusak tatanan masyarakat," katanya.

Menurutnya, kondisi itu ditambah pertumbuhan penduduk cukup pesat. Tahun 2014 jumlahnya mencapai 7,3 miliar jiwa, dengan kebutuhan energi sebesar 41 persen. Diperkirakan, energi fosil dunia akan habis tahun 2043. Sementara satu-satunya harapan tersisa adalah pemanfaatan energi hayati.

"Kelangkaan pangan tersebut menimbulkan dampak mengerikan bagi dunia. Indonesia sendiri memiliki kekayaan alam melimpah, dan ini yang dilirik banyak negara," kata Gatot.

Dengan kondisi tersebut, tak ayal Indonesia menghadapi berbagai ancaman dari bermacam sisi. Mulai dari narkoba, terorisme hingga konflik Laut Cina Selatan. "Menjadi tantangan bersama, terutama generasi muda dan pemangku kepentingan di bidang pertahanan dan keamanan, untuk melakukan adaptasi dan melahirkan gagasan baru yang sesuai dengan ancaman yang kita hadapi," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,