Dugaan Fitnah, Ahok Kembali Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Dugaan Fitnah, Ahok Kembali Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (foto - ist)

Jakarta - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kali ini Ahok dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Perwakilan ACTA, Habiburokhman menyatakan, pernyataan Ahok yang diduga fitnah yakni tudingan massa aksi menerima bayaran Rp 500 ribu saat demo 4 November 2016. "Pernyataan itu kami dapat dari websitemobile.abc.net.au dengan judul berita 'Jakarta Governor Ahok Suspect in blasphemy case, Indonesia Police say', yang di dalamnya terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok yang secara garis besar mengatakan 'It's not easy you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, Said they got the Money 500.000 rupiahs," kata Habiburokhman di Bareskrim Polri Gambir Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).

Selain dianggap mengandung unsur fitnah, Habiburokhman menyatakan isi berita itu juga menggambarkan sikap Ahok yang sama sekali tidak merasa bersalah, dan tidak menyesal atas apa yang membuat dirinya menjadi tersangka.

"Banyak di antara peserta demo adalah ulama, karena menuduh demonstran dibayar sama saja dengan menghina ulama," tegas Habiburokhman.

Sementara itu, pelapor Herdiansyah mengaku membawa sejumlah barang bukti berupa video kutipan pernyataan Ahok dari situs ABC News. "Saya juga bawa barang bukti berupa video berita di ABC News dan juga foto-foto saya saat demo 4 November kemarin," kata Herdiansyah.

Laporan tersebut akhirnya diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Bareskrim Polri, dengan nomor laporan LP/1153/XI/2016. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,