Tolak Lahan Dibangun BIJB, Enam Warga Jadi Tersangka

Tolak Lahan Dibangun BIJB, Enam Warga Jadi Tersangka

Ratusan polisi dikerahkan untuk mengamankan pembebasan lahan terkait rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). (foto - ist)

Majalengka - Polisi menetapkan sedikitnya enam tersangka pelaku, yang mengadang pengukuran pembebasan lahan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kabupaten Majalengka. Mereka diduga menjadi provokator atas penolakan pembangunan bandara internasional itu.
 
"Enam orang sudah dijadikan tersangka karena telah menghalangi-halangi mereka yang sedang melaksanakan tugas," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Bandung, Jumat (18/11/2016).
 
Selain Pasal 214 KUHP ihwal menghalang-halangi tugas dalam menjalankan program pemerintah, enam tersangka juga terancam dijerat pasal lain atas kepemilikan senjata tajam. Kepemilikan senjata tajam sendiri diatur dalam Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.
 
Pengukuran lahan untuk perluasan landasan pacu Bandarudara Internasional Jawa Barat hari kedua, Jumat (18/11/2016) melibatkan enam tim. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pengukuran.
 
Sebelumnya, pengukuran lahan untuk perluasan landasan pacu BIJB seluas 12,8 hektar, atau 51 bidang milik 47 warga telah tuntas dilaksanakan di hari pertama. Saat itu pengukuran dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya serta Dinas Pertanian.
 
Pelaksanaan pengukuran di hari kedua berlangsung aman tanpa ada reaksi apapun dari sejumlah warga. Meski demikian, aparat keamanan dari kepolisan, TNI serta Satuan Polisi Pamong Praja tetap disiagakan meski jumlahnya dikurangi. Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Polisi Mada Roostanto.
 
Menurut Kapolres Majalengka Mada Roostanto,aparat keamanan disiagakan 24 jam untuk memberikan rasa aman bagi para petugas ukur. Hal itu agar pengukuran bisa berjalan lancar, selain memberikan pengamanan kepada seluruh masyarakat Sukamulya.
 
"Kini pemilik tanah yang lahannya akan diukur bisa leluasa menunjukkan batas tanahnya masing-masing, kami akan menjamin keamanan bagi warga Sukamulya,” ungkap Mada.
 
Sementara itu, pelaksanaan pengukuran menurut keterangan petugas dari Badan Pertanahan Kabupaten Majalengka dibagi tiga bagian. Masing-masing bagian terdiri dari dua tim guna mempercepat pelaksanaan pengukuran.
 
Sementara itu, Kepala Biro Aset Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat M Arifin didampangi Kabag Pemanfaatan dan Pengamanan Barang Daerah, Diding Abidin Subandi mengatakan, pengukuran untuk perluasan landasan pacu 12,8 hektar sudah tuntas diukur pada dari pertama.
 
"Sekarang ini melanjutkan pengukuran di empat blok masing-masing Blok Kamis hingga Blok Minggu, yang kebetulan warganya sudah menyerahkan berkas kepemilikannya," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,