Korupsi, Kejagung Segera Interogasi Presiden Korea Selatan

Korupsi, Kejagung Segera Interogasi Presiden Korea Selatan

Puluhan ribu warga Korea Selatan menyemut dalam demonstrasi menuntut Presiden Park Geun-hye mundur di Kota Seoul beberapa waktu lalu. (foto - Getty Images)

Seoul - Kejaksaan Agung Korea Selatan segera melakukan interogasi terhadap Presiden Park Geun-hye, terkait skandal korupsi yang melibatkan dirinya dan teman dekatnya Choi Soon-sil, pada pekan depan.
 
"Saya akan menyelesaikan persiapan pembelaan dan data pelengkapnya sesegera mungkin. Ini, agar jaksa dapat memulai interogasi terhadap Presiden pada pekan depan," kata Pengacara Geun-hye, Yoo Yeong-ha.
 
Dikutip dari Korea Times, Sabtu (19/11/2016) pihak Kejagung sendiri menyatakan, pihaknya tidak bisa lagi menerima penundaan dan mendesak untuk diinterogasi, agar dilaksanakan pekan ini.
 
Selain itu, Kejagung juga menyebut batas waktu untuk dakwaan Soon-sil adalah besok, atau Minggu 20 November. Hal itu agar segera mengungkap seberapa dalam keterlibatan Geun-hye dalam korupsi.
 
Geun-hye diduga telah mendesak banyak konglomerat Korea Selatan, untuk menyumbang terhadap yayasan milik Soon-sil. Ia dan Geun-hye telah bersahabat erat selama 40 tahun.
 
Selain itu, Soon-sil yang ayahnya pernah menjadi mentor Geun-hye, turut menjadi target penyelidikan. Sebab, dicurigai memanfaatkan pengaruh kedekatannya dengan Geun-hye untuk menjamah komunitas kebudayaan dan olahraga.
 
Oleh karena itu, Kejagung Korea Selatan langsung membidik Soon-sil, lantaran dituding memanfaatkan ikatan dengan sang Presiden untuk mencampuri urusan negara. Mereka mengaku telah memperoleh cukup bukti, tentang keterlibatan Geun-hye dalam skandal, sehingga proses interogasi dapat memperjelas tuduhan itu.
 
Meski begitu, di pihak presiden wanita pertama Korea Selatan tersebut menolak untuk  dilakukannya interogasi dengan cara tatap muka. Mereka justru menginginkan kuesioner secara tertulis. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,