Tanah Bergerak di Bandung Barat Ungsikan Ratusan Warga

Tanah Bergerak di Bandung Barat Ungsikan Ratusan Warga

Pergerakan tanah menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (foto - ist)

Bandung - Pergerakan tanah menerjang Kampung Tonjong Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB). Khawatir pergerakan tanah meluas, lebih dari 100 warga di Kampung Tonjong mengungsi ke berbagai tempat yang lebih aman.

Banyaknya warga Kampung Tonjong yang mengungsi diawali dengan longsor di daerah itu pada Minggu sore kemarin. Material longsor jatuh dari tebing yang di atasnya terdapat rumah-rumah warga.

"Akibat longsor, teras rumah warga hampir tergerus dan berada di ambamg jurang, sehingga tampak seperti menggantung. Sedikitnya delapan rumah rusak terdampak longsor," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Dicky Maulana, Senin (21/11/2016).

Menurutnya, rumah warga itu berada di antara tebing dan jurang. Di atas rumah-rumah warga terdapat retakan tanah hingga warga kampung itu memilih untuk mengungsi. Sejumlah warga mengungsi ke pos RW setempat dan rumah kerabat. Mereka juga mengungsi ke tenda darurat yang didirikan BPBD KBB.

Untuk penanganan selanjutnya, kata Dicky, BPBD akan kembali meminta tim teknis dari Badan Geologi untuk mengkaji karakteristik tanah di lokasi itu.  "Sementara ini kami fokuskan penanganan ke evakuasi warga terlebih dahulu," katanya.

Sementara itu, puluhan warga Kampung Cikatomas, Desa Citatah masih mengungsi di GOR desa. Mereka mengiginkan relokasi lantaran pergerakan tanah terus terjadi di tempat tinggal mereka sebelumnya.

Menurut penuturan warga Kampung Cikatomas, pergerakan tanah di kampungnya juga pernah terjadi pada 2014 lalu, meski sekarang yang paling parah. Berdasarkan catatan petugas, dari 116 warga yang terdampak pergerakan tanah, sekitar 40 orang di antaranya masih mengungsi di GOR Desa Citatah. 

Bantuan logistik dari pemerintah dan berbagai instansi sudah diterima para pengungsi. Namun, bantuan itu semakin hari semakin menipis. Selain makanan, banyak warga mengeluhkan minimnya berbagai kebutuhan lainnya seperti selimut, kebutuhan wanita, hingga fasilitas MCK.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinsosnakertrans KBB, Yuyun Budiarti mengatakan, Dinas sudah menyalurkan bantuan logistik kepada para pengungsi dari Kampung Cikatomas melalui BPBD KBB. Berupa 1 kuintal beras beserta lauk pauknya.

Bantuan pangan itu merupakan tahap awal bagi para pengungsi yang memerlukan penangan darurat. Untuk tahap selanjutnya, Dinas akan menyalurkan bantuan logistik lainnya berupa pakaian dan alat tidur. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,