3 Lantai Teratas Pembangunan Hotel di Jalan Dago Disegel

3 Lantai Teratas Pembangunan Hotel di Jalan Dago Disegel

Hotel yang berlokasi di bekas apotek Kimia Farma Jalan Ir. H Djuanda (Dago) Bandung. (foto - ist)

Bandung - Tiga lantai teratas proyek pembangunan hotel di kawasan Jalan Ir. H Djuanda (Dago) Bandung, disegel Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Rabu (23/11/2016) siang. Mendapat izin untuk enam lantai, hotel yang berada di bekas apotek Kimia Farma itu, sudah menjulang sembilan lantai.

Penyegelan dipimpin langsung Walikota Ridwan Kamil, yang merupakan kesekian kalinya turun menyegel tempat usaha dalam setengah tahun terakhir. Lokasi proyek pun langsung ditutup oleh papan seng setinggi dua meter.

Di sana tertulis nama dan logo kontraktor "Mitra Konstruksi”. Puluhan pekerja sibuk beraktivitas di setiap lantai bangunan. Tiga lantai teratas hotel sudah tuntas dikerjakan. Lorongnya sudah berlantai karpet. Kamar-kamar sudah diisi dengan beragam perabot, termasuk tempat tidur.

Ridwan Kalim menjelaskan, penyegelan hanya dilakukan di tiga lantai teratas. Pekerjaan lainnya yang masih berjalan boleh diteruskan. Ia menyebut dua pilihan denda bagi sang pemilik bangunan. "Dua tipe sanksi, bayar denda atau bongkar pembangunan (tiga lantai teratas). Kami akan rapatkan dalam tim. Harapannya ini jadi pelajaran," kata Emil.

Penyegelan proyek hotel itu menambah panjang daftar bangunan ilegal yang sudah ditindak Pemkot Bandung. Dalam dua tahun terakhir, lebih dari 1.000 proyek bangunan ditindak. Baik bangunan komersial, seperti hotel dan restoran, maupun sebagian besar merupakan rumah tinggal.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Maryun Sastrakusumah menambahkan, dalam periode 2015-2016 sedikitnya ada 2.500 bangunan yang telah disegel. "Dari jumlah itu sebagian besar pelanggaran pembangunan rumah tinggal," katanya.

Menurutnya, lemahnya pengawasan disebabkan terbatasnya jumlah pegawai. Distarcip Kota Bandung hanya memiliki sekitar 50 petugas orang untuk mengawasi pembangunan di 30 kecamatan. "Di Bandung ada 30 kecamatan, sedangkan personel kita dibagi enam wilayah. Per wilayah ada tiga kecamatan dan per korwil ada 10 orang tiap kecamatan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,