PLTN Fukushima Siaga, Gempa Kembali Guncang Jepang

PLTN Fukushima Siaga, Gempa Kembali Guncang Jepang

PLTN Fukushima Daiichi milik Tokyo Electric Power Co.'s (Tepco) di Prefektur Fukushima Jepang. (foto - Reuters)

Fukushima - Gempa kembali mengguncang timur laut dan timur Jepang berkekuatan 6,1 pada skala Richter (SR), Kamis pagi. Dilaporkan, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan, demikian dengan peringatan tsunami.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan, wilayah itu dilanda gempa yang lebih kuat dari dua hari lalu (Selasa 15 Novemner 2016). "Sejauh ini tak ada masalah yang diamati di dua pembangkit listrik tenaga nuklir di dekat pusat gempa lepas pantai timur laut Jepang , yakni PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini setelah gempa pukul 06.23 waktu setempat," kata Operator Tokyo Electric Power Company (Tepco).

Dikutip dari Japan Today, Kamis (24/12/2016) Tohoku Electric Power Co menyatakan, sejauh ini tidak ada masalah di PLTN Onagawa di Prefektur Miyagi. "Gempa terukur pada skala 4 intensitas seismik Jepang dari skala 7 di Fukushima dan Ibaraki Prefektur, dan skala 3 di Miyagi, Yamagata, Tochigi, Saitama dan Chiba Prefektur," sebut lembaga Badan Meteorologi Jepang itu.

Gempa tersebut dirasakan meluas hingga ke Tokyo, Aomori dan Shizuoka. Kemungkinan ada sedikit perubahan di tingkat permukaan laut. "Namun tidak menimbulkan bahaya," kata lembaga itu. "Pusat gempa berada cukup dangkal di bawah dasar laut di Samudera Pasifik Fukushima," tambahnya.

Sebelumnya, Fukushima dan sekitarnya dilanda gempa berkekuatan 7,4 SR pada Selasa 15 November 2016 pagi. Memicu tsunami hingga 1,4 meter dari perkiraan awal mencapai 3 meter. Badan Survei Geologi AS (USGS) menyebutkan, kekuatan gempa yang awalnya disebutkan 7,4 SR adalah 7,3 SR, sebelum akhirnya menurunkan kekuatannya ke angka 6,9 SR.

BBC melaporkan, gempa terjadi pada kedalaman sekitar 25 kilometer. Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Prefektur Miyagi. Sekitar 10.000 orang mengungsi akibat gempa dan potensi tsunami, khawatir terjadi situasi sama dengan bencana lima tahun lalu (Maret 2011), ketika gempa 9 SR dan tsunami besar memorak-morandakan wilayah itu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,