Sembilan Hari Berkabung Kuba Larang Penjualan Alkohol

Sembilan Hari Berkabung Kuba Larang Penjualan Alkohol

Warga berkabung, foto mantan Presiden Kuba Fidel Castro terpampang di Plasa Revolusi Kuba. (foto - AFP)

Havana - Meninggalnya mantan presiden sekaligus pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro menuai berbagai respons dari dalam negeri maupun berbagai negara di dunia. Castro meninggal dunia pada hari Jumat pekan lalu, di usianya yang ke 90 tahun.
 
Sebuah pawai raksasa pun digelar di jalanan di Kuba. Ribuan siswa mengibarkan bendera sambil meneriakkan "I am Fidel." Pemerintah Kuba memutuskan sembilan hari masa berkabung, untuk menghormati kepergian ikon Perang Dingin, yang mendominasi kehidupan politik dunia selama beberapa generasi itu. 
 
Selama masa berkabung, seluruh penjualan alkohol dihentikan, bendera dikibarkan setengah tiang, seluruh pertunjukan dan konser pun dibatalkan. Komentar berbeda pun diungkapkan masyarakat setempat. Banyak yang berduka dan mengenang jasa Fidel, yang telah membawa banyak perubahan bagi negeri Kuba.
 
"Tadinya kami tidak hanya miskin, tapi selalu bernasib sial. Kemudian datang Fidel yang membawa revolusi bangsa. Ia memberi saya hak kemanusiaan. Saya berutang segalanya untuk sosok Fidel," kata Rafael Urbay, salah seorang warga berusia 60 tahun.
 
Dilansir Al Arabiya, Senin (28/11/2016) di Universitas Havana, kampus tempat Fidel mengenyam pendidikan, ratusan mahasiswa berkumpul sambil membawa bendera Kuba besar sambil berteriak, "Viva Fidel, Raul Viva! 
 
"Fidel adalah sosok yang menempatkan Kuba di peta. Ia membuat paradigma Kuba kepada masyarakat dunia, khususnya masyarakat miskin dan terpinggirkan," kata salah seorang mahasiswa, Raul Alejandro Palmeros.
 
Castro belajar hukum di Universitas Havana pada akhir tahun 1940-an. Di bawah kepemimpinan Castro, konflik diplomatik dengan Amerika Serikat pecah. Kuba menjadi sekutu kuat dari Uni Soviet, yang disusul dengan Krisis Misil Kuba yang terjadi tahun 1962.
 
"Apa yang telah Fidel lakukan dengan pendidikan dan kesehatan gratis sangat menonjol di panggung dunia. Ini merupakan bukti yang sangat signifikan bagi negara kami, sekaligus sebagai warisan utama darinya," kata Rene Perez, warga berusia 78 tahun.
 
Meski terjadi tahun-tahun penuh perselisihan ideologi dan meningkatnya kesulitan di bawah embargo ekonomi Amerika, Kuba di bawah kepemimpinan Castro menjadi terkenal karena standar pendidikan yang tinggi dan kualitas dokter bertaraf dunia.
 
Kematian Fidel Castro itu sendiri disampaikan oleh Raul Castro. Ia menyatakan Fidel telah meninggal pada Jumat, 26 November 2016,  sekitar pukul 10.29 waktu setempat. Namun demikian, penyebab kematian tak diungkapkan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,