Puluhan Jurnalis Tewas Bersama Tim Chapecoense Brasil

Puluhan Jurnalis Tewas Bersama Tim Chapecoense Brasil

Tim penyelamat mengevakuasi korban dalam reruntuhan puing pesawat swaan BAe yang jatuh Pegunungan Cerro Gordo Kolombia, Selasa (29/11) dinihari. (foto - AFP)

Bogota - Pesawat sewaan BAe 146 jenis Avro RJ85 yang membawa 81 penumpang, termasuk 21 jurnalis dan 11 pemain tim sepakbola Chapecoense asal Brasil, jatuh ketika memasuki Kota Medellin Kolombia, Selasa dinihari. Sedikitnya 76 orang tewas dan 5 lainnya dinyatakan selamat.
 
Dilaporkan AFP, Selasa (29/11/2016) dari 76 orang yang tewas termasuk di dalamnya puluhan jurnalis dan puluhan pemain tim sepakbola Chapecoense, yang dijadwalkan bertanding melawan tim sepak bola Kolombia, Atlético Nacional di Medellin, dalam final turnamen sepak bola Amerika Selatan Copa Sudamericana.
 
Namun, dalam perjalanan menuju Kolombia, pesawat British Airspace (BAe) 146 itu mengalami kecelakaan yang menewaskan hampir seluruh pemainnya. Menurut Presiden klub Chapecoense, Plínio David de Nês Filho, hanya enam orang yang selamat. Yakni penyerang Alan Ruschel, penjaga gawang Danilo Padilha, pengumpan Jakson Follmann dan Rafael Correa. Keempat orang itu hanya terluka dan dirawat di rumah sakit di Medellin.
 
Sementara itu The Guardian melaporkan, seorang jurnalis selamat bernama Rafael Hensel, yang juga dirawat di Rumah Sakit La Ceja. Filho menyatakan sangat berduka atas meninggalnya para pemain bola klubnya dan juga korban lainnya. "Kami berduka kehilangan banyak kawan sejati dalam penerbangan menuju Kolombia. Kami bisa memahami, betapa beratnya bagi para korban yang selamat kehilangan banyak teman," katanya.
 
Filho pun sempat akan menumpang pesawat yang sama dengan para pemain, tetapi kemudian berubah karena ada agenda lain yang harus dihadiri. "Mereka yang meninggal ini tak sekadar pemain sepakbola profesional yang dihormati para fans dan rakyat Brasil. Mereka juga keluarga dan teman," tegas Filho.
 
Menurutnya, ia tak pernah menyangka tragedi itu akan terjadi karena pada Senin pagi, ia sempat bertemu dengan para pemain, bercanda dan tertawa bersama. "Kemarin pagi kami masih bertemu. Semua orang tampak bahagia. Saat saya mengucapkan selamat jalan, mereka bilang akan bekerja keras mewujudkan impian untuk menjadi pemenang pada final nanti," kata Filho dengan nada duka.
 
Sementara itu, Amanda Ruschel, istri Alan Ruschel, salah seorang pemain yang selamat sangat bersyukur suaminya selamat. Namun demikian, perasaannya tetap sedih karena banyak pemain lainnya yang meninggal dunia.
 
"Terima kasih Tuhan, Alan kini di rumah sakit, stabil. Kami semua berdoa untuk semua korban dan keluarga mereka agar diberi kekuatan untuk menghadapi masa yang sulit ini. Sungguh situasi yang sulit. Hanya Tuhan yang bisa membuat kami kuat menghadapi situasi ini," kata Amanda lewat akun Instagramnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,