20 Ribu Warga Melarikan Diri dari Aleppo dalam Tiga Hari

20 Ribu Warga Melarikan Diri dari Aleppo dalam Tiga Hari

Sekitar 20 ribu warga melarikan diri dari Aleppo dalam tiga hari terakhir ini. (foto - dailymail.co.uk)

Aleppo - Sekitar 20.000 warga melarikan diri dari Aleppo timur, hanya dalam kurun 72 jam atau tiga hari. Berdasarkan keterangan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), wilayah itu kini mengalami keterbatasan persediaan pangan dan tidak ada rumah sakit yang berfungsi.
 
Seperti dilansir website ICRC, Kamis (1/12/2016) sejumlah orang tinggal di penampungan, masjid, sekolah atau tenda, sedangkan yang lainnya menemukan tempat tinggal sementara di bangunan yang belum selesai atau rusak.
 
"Dampak dari meninggalkan rumah sangat besar. Tak hanya memilih sejumlah barang dan meninggalkan rumah, jelas ada efek besar lain yang ditimbulkan," kata Kepala Delegasi ICRC Suriah, Marianne Gasser.
 
"Mereka harus dijamin dan diberikan kondisi yang layak, dan membutuhkan semua kebutuhan dasar seperti makanan, air minum dan layanan medis," katanya. Namun menurut PBB, sekitar 16.000 orang melarikan diri dari kekejaman perang yang terjadi di Aleppo timur. PBB juga mengestimasi masih ada 200.000 orang berada di Aleppo timur. 
 
Mereka harus hidup di tengah serangan yang dilancarkan oleh rezim Assad untuk merebut kembali wilayah itu, setelah lebih dari empat tahun dikuasai pemberontak. "Aku sangat prihatin dengan nasib warga sipil mengingat situasi yang sangat mengkhawatirkan dan mengerikan sedang berlangsung di Aleppo," ujar kepala kemanusiaan PBB, Stephen O'Brien.
 
"Laporan awal mengindikasi, hingga 16.000 orang telah melarikan diri, banyak ke dalam situasi yang tidak pasti dan genting. Sangat mungkin bahwa ribuan lainnya tak memiliki pilihan lain selain melarikan diri," lanjutnya. Sementara pasukan pemerintah dan paramiliter bersenjata Suriah telah memulai serangan baru ke Aleppo Timur pada 15 November. Pesawat tempur mereka pun terus menggempur wilayah untuk memukul mundur pemberontak dan warga sipil.
 
Lewat serangan itu, pasukan Suriah berhasil merebut sejumlah distrik di Aleppo timur. Sekiyar 40 persen wilayah di Aleppo timur saat ini berada di tangan rezim Assad. "Tidak ada moda transportasi dan tidak ada kendaraan di jalanan, sehingga warga sipil yang melarikan diri harus berjalan kaki sejauh 8 atau 9 km, membawa apa yang mereka bisa dan anak-anak mereka, untuk melarikan diri ke bagian barat Aleppo," kata seorang aktivis. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,