14 PNS Cimahi Terdeteksi Positif Narkoba Setelah Tes Urine

14 PNS Cimahi Terdeteksi Positif Narkoba Setelah Tes Urine

Walikota Cimahi Atty Suharti pun ikut dites urine. (foto - ist)

Cimahi - Sedikitnya 14 PNS menjalani assessment deteksi narkoba, setelah terin­di­kasi positif pada tes urine yang digelar Pemkot Cimahi. Hal itu dilakukan untuk memastikan kandungan zat pada sampel urine, sebagai pembuktian deteksi narkoba tersebut.

"Assessment dilakukan karena hasil sementara menunjukkan ada sampel urine yang terindikasi positif, dan perlu konfirmasi ulang untuk memastikan unsur yang terkandung dalam urine. Memastikan apakah yang bersangkutan pengguna narkoba atau untuk ke­perluan medis. Tes dilakukan dengan 5 indikator, kalau ada yang positif, ada tes spesifik terhadap indikator zat itu," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Cimahi Harjono, Kamis (1/12/2016).

Sehari sebelumnya, ratusan PNS di lingkungan Pemkot Cimahi menjalani tes urine, yang dilakukan BNN Kota Cima­hi. Mencakup 500 PNS dinas di lingkungan Pemkot Cimahi, 200 guru, 200 kepala sekolah, serta 50 petugas kelurahan/kecamatan.

Teknis assessment diserahkan ke BNN Kota Cimahi selaku instansi ter­kait. Para PNS yang menjalani assessment dibagi 4 gelombang. "Ka­pasitas layanan BNN Kota Cimahi ha­nya ada 2 assessor dibantu 1 assessor dari RSUD Cibabat,” katanya.

Menurut Harjono, pihaknya belum mendapat hasil komprehensif soal assessment. "Semua hasil akan dirapatkan dan dibahas anggota tim assessor BNN. Setelah itu, hasil pe­nyesuaian data akan disampaikan ke BKD. Teknisnya, BNN yang lebih kompeten menjelaskan,” tegasnya.

Ia menduga hasil positif pada tes urine lebih kepada penggunaan obat untuk mengatasi penyakit yang diderita para PNS. "Bisa saja ada obat yang kandungannya mirip narkoba atau memang menjadi penyalah guna narkoba. Tetap harus dilakukan pembuktian dengan resep dokter kalau konsumsi obat".

Diharapkan, tidak ada PNS yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. ”Lewat tes urine kami ingin menyata­kan sikap, PNS Pemkot Cimahi bebas narkoba. Kalau memang ada yang ketahuan pakai narkoba, sanksi disiplin harus ditegakkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Ci­mahi Odang Masdar mengatakan, se­tiap hasil tes urine pertama yang menun­jukkan indikasi positif perlu dila­­kukan tes ulang. "Harus diuji lagi karena tes urine itu polanya rapid test. Kemungkinan kesalahannya juga besar, sehingg dites lagi lebih spesifik," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,