Prabowo Kritik Elit Negara Soal Tersangka Dugaan Makar

Prabowo Kritik Elit Negara Soal Tersangka Dugaan Makar

Ketika Prabowo bertemu dengan Jokowi. (foto - ist)

Jakarta - Aparat penegak hukum sebagai kepanjangan tangan pemerintah, agar berhati-hati dalam penangkapan kasus dugaan makar. Hukum agar diterapkan secara adil kepada semua kalangan, baik kalangan elit maupun masyarakat bawah.
 
"Saya selalu anjurkan, kita bertindak selalu dengan hati-hati dan dengan seadil-adilnya," kata Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kantor DPP Partai Gerindra Ragunan Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).
 
"Saya lihat, bangsa Indonesia ini sering elit-elitnya tidak punya empati kepada rakyat bawah," tegasnya. Menurutnya, jika rasa empati sudah pudar, bangsa Indonesia mudah menjalankan sesuai rekayasa. "Kita juga punya sifat sering merekayasa, nipu dan bohong," kata Prabowo.
 
Apabila sudah demikian, menurut Prabowo, maka kepercayaan dan dukungan dari rakyat akan hilang kepada pemerintah dan elit politik. "Kalau sudah ada ketidakpercayaan pada sistem, maka lembaga negara akan repot. Kita tidak bisa bernegara dan berbangsa dengan baik," katanya.
 
Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan, untuk melaksanakan kehidupan bernegara dibutuhkan kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya. "Kita harus timbulkan masyarakat yang adil. Artinya, harus dibangun atas dasar kebersihan dan kejujuran. Kalau sistem kita rusak, jangan salahkan rakyat kalau mereka tidak percaya," tegas Prabowo.
 
Ia mengatakan, ha itulah yang senantiasa dianjurkan ke semua pihak untuk adil, dan hukum harus adil. Jangan hanya orang-orang tertentu yang cepat disalahkan, tapi ada pihak yang mungkin yang punya uang dan becking yang banyak, tidak diperlakukan dengan sama.
 
Sementara itu, polisi menyatakan sudah mengendus upaya makar sejak tiga minggu lalu terhadap 10 orang yang ditangkap, yang mendompleng aksi damai 2 Desember. Mereka diduga akan menduduki Gedung DPR. "Mereka ingin menguasai gedung DPR-MPR," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,