Salto Iringi Pemakaman Fidel Castro di Santa Ifigenia Santiago

Salto Iringi Pemakaman Fidel Castro di Santa Ifigenia Santiago

Warga menyambut tibanya abu Fidel Castro untuk dimakamkan di Pemakaman Santa Ifigenia Santiago, Minggu (4/12/2016) pagi waktu setempat. (foto - NewsX)

Santiago - Keluarga Fidel Castro menggelar pemakaman sang pejuang revolusioner di Kota Santiago, sekitar 1.000 kilometer dari ibukota Kuba, Havana, Minggu (4/12/2016) pagi waktu setempat.

Dilaporkan Reuters, upacara pemakaman dilakukan bertepatan dengan berakhirnya masa berkabung nasional selama sembilan hari, yang dimulai pada 25 November 2016 lalu. Tembakan salvo sebanyak 29 kali melepas kepergian Fidel Castro untuk selamanya. Upacara pemakaman dipimpin langsung Presiden Raul Castro, yang juga adik kandung Fidel Castro.

Puluhan ribu warga Kuba dan puluhan pemimpin dunia ikut menghadiri pemakaman Fidel Castro di Pemakaman Santa Ifigenia Santiago. Sesuai permintaan Fidel Castro sebelum meninggal, jenazahnya harus dikremasi. Pihak keluarga pun mengikuti instruksi itu. 

Abu jenazah pemimpin negara komunis terlama di Amerika Latin itu sempat melakukan perjalanan selama empat hari dari Havana ke Santiago. Kota Santiago dipilih karena di kota itulah revolusi Kuba lahir untuk pertama kalinya saat dipimpin Fidel Castro.

Di Santiago, Fidel Castro dimakamkan di samping makam pahlawan kemerdekaan Kuba Jose Marti. Marti selama ini dikenal sebagai pemimpin gerakan kemerdekaan, penyair, penulis dan pahlawan yang sangat dihormati rakyat Kuba.

Fidel Castro pun, saat muda terinspirasi menjadi pelaku revolusi karena terpapar banyak karya-karya Marti. Oleh karena itu, dengan dimakamkannya Fidel Castro di samping Marti, warga Kuba berharap semangat revolusi kedua pahlawan mereka akan terus hidup selamanya. Dalam kesempatan itu Presiden Kuba Raul Castro bersumpah, untuk menghormati prinsip dan tujuan revolusi yang dipimpin Fidel Castro. 

Sementara BBC melansir, Raul juga mengumumkan soal larangan penggunaan nama Fidel Castro untuk monumen atau jalan, karena hal itu telah diwasiatkan abangnya sebelum meninggal. "Sang pemimpin revolusi sangat menentang segala bentuk pengutusan dirinya. Tidak akan didirikan monumen atau patung Fidel di seluruh Kuba," katanya.

Seperti diketahui, Fidel Castro yang selama lima dekade berkuasa, sempat mengalami percobaan pembunuhan lebih dari 600 kali itu. Ia akhirnya meninggal dunia pada 25 November lalu pada usia 90 tahun. Satu dekade sebelumnya (2006), Fidel Castro mendelegasikan kekuasaannya kepada adiknya, Raul Castro yang juga aktif membantu Fidel Castro dan Che Guevara selama masa revolusi tahun 1950-an. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,