Ancaman 'Jumat Berdarah' ISIS Bayangi Pelantikan Trump

Ancaman 'Jumat Berdarah' ISIS Bayangi Pelantikan Trump

Ancaman serangan 'Jumat Berdarah' ISIS bayangi hari pelantikan Presiden AS Donald Trump. (foto - ist)

Washington DC - Kelompok militan ISIS dilaporkan merekrut banyak pengikut yang fasih berbahasa Inggris, dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu berkaitan dengan rencana mereka yang akan melakukan serangan 'Bloody Friday' atau 'Jumat Berdarah' tepat di hari pelantikan Donlad Trump sebagai Prresiden AS ke-45.
 
Seperti dilansir Express.co.uk, Minggu (4/12/2016) hal itu untuk memudahkan mereka saling berkomunikasi ketika menjalankan operasinya. Bocornya rencana itu telah dikonfirmasi oleh pihak intelijen AS. Salah satu yang mengakui kebenaran operasi itu, yakni Michael S. Smith, direktur institusi keamanan, Kronos Advisory.
 
"Tanggal di mana operasi Black Friday berlangsung adalah 20 Januari 2017," kata Smith. Menurut Smith, ISIS telah memproduksi lebih banyak rekaman propaganda dengan teks Inggris, yang berisi sejumlah target penyerangan di Amerika Serikat.
 
Ia mengatakan, grup komunikasi Telegram oleh Amaq Agency telah mengunggah rekaman itu dan membaginya ke seluruh pengikut mereka, setelah penyerangan yang terjadi di kampus Ohio pekan lalu. Setidaknya, sembilan orang terluka saat pria yang diklaim sebagai tentara ISIS menabrakkan mobilnya ke sekelompok pedestrian. 
 
Selain itu, penyerang yang bernama Abdul Razak Ali Artan membawa sebilah pisau daging dan menyerang orang-orang di sekitarnya. ISIS juga dilaporkan semakin mencengkeram Eropa.
 
Terkait hal itu, lembaga kepolisian Eropa, Europol mengeluarkan peringatan, ISIS akan melancarkan serangan yang lebih masif di Eropa. Anggota kelompok teroris itu disebut telah berada di "lokasi" dan jumlah mereka akan terus meningkat. Serangan ini dilancarkan sebagai balas dendam atas kekalahan mereka di medan tempur Suriah dan Irak.
 
Disebutkan pula, ISIS mulai merencanakan serangan dan mengirimkan pasukan mereka ke Eropa dari Libya. Termasuk di antaranya anggota dari kelompok yang berafiliasi dengan mereka, salah satunya Al Qaeda. Ini semakin menegaskan ancaman nyata ke Benua Eropa.
 
Menurut Direktur Europol, Rob Wainwright untuk itu negara-negara Eropa telah meningkatkan kerja sama keamanan mereka dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya plot yang digagalkan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,