Edward Meninggal Alami Hipotermia di Gunung Pangrango

Edward Meninggal Alami Hipotermia di Gunung Pangrango

Evakuasi jenazah mahasiswa Binus Jakarta di pintu masuk Gunung Mas Puncak Bogor, yang meninggal di puncak Gunung Pangrango. (foto - ist)

Bogor - Salah seorang mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta bernama Edward (20), warga Kelapa Gading Jakarta yang meninggal di kawasan Gunung Gede-Pangrangon Jawa Barat, berhasil dievakuasi. Korban yang diduga terkena hipotermia itu, mendaki memasuki pintu Gunung Mas Bogor, bersama 17 rekannya hingga tersesat.

Menurut Penanggung Jawab Evakuasi Binus, Jefri, korban yang meninggal terkena serangan hipotermia, terkait dengan cuaca buruk yang melanda kawasan gunung tersebut saat melakukan pendakian.

"Salah seorang teman kami meninggal dunia karena hipotermia. Kita ketahui memang saat ini kondisi angin dan cuaca tengah memburuk," kata Jefri saat ditemui di lokasi evakuasi Gunung Mas Bogor, Selasa (6/12/2016).

Menurutnya para mahasiswa tersebut tengah melakukan pendakian dalam rangka kegiatan. Korban pun baru dapat dievakuasi setelah 8 jam dari puncak Gunung Pangrango itu. "Semuanya ada 17 orang. Korban meninggal berhasil dievakuasi dan yang lainnya selamat. Ini berkat bantuan dari Tim SAR gabungan dan pihak terkait lainnya," aku Jefri.

Namun, ia tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait peristiwa itu. "Saya hanya bertugas evakuasi saja, kalau keterangan yang lain-lain belum dapat diinformasikan," tambahnya.

Sementara itu, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Edward, hingga ke pintu awal pendakian di Gunung Mas. Wakil Komandan Rayon Militer (Wadaramil) Cisarua Kapten Armed Khudhori mengatakan, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan berada di jalur pendakian yang letaknya sekitar 4 jam dari Pos Evakuasi.

"Korban sudah meninggal dunia di lokasi. Kalau teman-temannya yang lain selamat dan sehat," katanya. Ia mengatakan, para mahasiswa itu tidak memiliki izin untuk mendaki gunung, tapi hanya izin melintas kepada pengelola kawasan Gunung Mas Bogor. 

"Kami tidak tahu tujuannya karena saat kami tanya ke pihak Gunung Mas, mereka juga tidak ada pemberitahuan untuk naik, hanya izin melintas di pos depan," kata Khudori. Korban akhirnya baru dapat dievakuasi petugas setelah 8 jam, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Paru Cisarua untuk dilakukan visum.

Sementara itu, Kepala Resort Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Tarya Nuryahya memastikan, jalur pendakian yang ditempuh ke-17 pendaki itu adalah jalur ilegal. "Kawasan Hutan Lindung Gunung Mas itu memang tidak boleh dimasuki. Meski berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango," katanya.

Selain dilarang untuk umum, kondisi cuaca juga diperburuk oleh hujan dan berkabut. Menurut keterangan para pendaki yang selamat, mereka membeli tiket masuk melalui objek wisata perkebunan teh Gunung Mas. Namun diam-diam meneruskan perjalanan ke kawasan hutan menuju TNGP Gunung Gede-Pangrango.

"Jalur resmi ke TNGP tidak ada dari Bogor, tapi dari Cibodas (Cianjur), Gunung Putri (Cianjur) dan Selabintana (Sukabumi). Yang akan mendaki harus booking dulu untuk menyesuaikan dengan kuota 600 orang per hari,” tegas Tarya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,