Mobil Listrik Mahasiswa UPI Bandung Diuji di Sirkuit Ferrari

Mobil Listrik Mahasiswa UPI Bandung Diuji di Sirkuit Ferrari

Mobil Turangga Cheta Ev 4 karya mahasiswa UPI Bandung diuji coba di Sirkuit Fiorano milik Ferrari di Maranello Italia. (foto - bbc)

Maranello - Mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang tergabung dalam Tim Bumi Siliwangi melakukan uji coba mobil listrik karya mereka, yang diberi nama Turangga Cheta Ev4 di markas Ferrari di Maranello, Italia. 

Mobil listrik karya mahasiswa UPI Bandung yang memiliki bobot 80 kg itu melintas dengan baik di sirkuit milik Ferrari, Fiorano Circuit, pada Rabu lalu. Mobil tersebuti sanggup meluncur dengan kecepatan 60 hingga 70 km/jam. 

Tim Bumi Siliwangi itu mendapat hadiah pergi ke Maranello pada pekan pertama November, untuk melihat pengembangan teknologi dan produksi tim Formula 1 Ferrari dan uji lintasan. Hal itu diperoleh setelah mereka meraih juara dunia, dalam lomba mobil buatan mahasiswa tercepat dan teririt bahan bakar. Ajang Shell Eco Marathon Drivers' World Championship di London Juli lalu itu sendiri, diikuti puluhan tim pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia.

Ramdhani, pengemudi Tim Bumi Siliwangi Team 4 menjadi orang Indonesia pertama yang menguji coba track Fiorano Circuit, dengan menggunakan mobil hasil karya timnya. "Bisa mengendarai Turangga Cheta Ev4 langsung di sirkuit balap uji coba milik Ferrari, sangat menantang kreativitas saya untuk bisa mencapai efisiensi maksimal," katanya.

Berbeda dengan lintasan jalan raya Luneta Park Filipina, yang cenderung lurus dan nyaris tanpa tikungan. Demikian juga dengan lintasan Queen Elizabeth Olympic Park, London yang memiliki tanjakan terjal yang berbeda dengan lintasan Fiorano Circuit. "Mengemudi di tiga lintasan berbeda menjadi pengalaman berharga bagi tim kami, untuk membuat mobil yang lebih inovatif dan efisien," katanya.

Menurut Ramdhani, selama kurang dari sepekan bersama Scuderia Ferrari menjadi hal yang tak akan terlupakan. Sebagai calon insinyur, pelajaran dan nasihat yang diberikan dari beberapa insinyur terbaik dunia bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. 

Mattia Binotto, Chief Technical Officer Scuderia Ferrari menyatakan, para mahasiswa dari tim Bumi Siliwangi Bandung telah menghabiskan waktu selama sepekan bekerja bersama kami, melalui berbagai workshop di Museo Ferrari. Mereka belajar lebih banyak mengenai bagaimana cara kami bekerja sebagai sebuah tim, dalam rangka meningkatkan kendaraan mereka menjelang Shell Eco-marathon Drivers World Championship 2017 mendatang.

Selain mendapatkan kesempatan untuk melakukan tes di lintasan sirkuit milik Ferrari, tim Bumi Siliwangi juga berkesempatan berdialog langsung dengan tim teknis Scuderia Ferrari, divisi mobil balap Ferrari khusus untuk balapan Formula 1. Tim pun mengisahkan proses pembuatan mobil baterai elektriknya, mulai dari konsep hingga proses uji coba, yang akhirnya berhasil tes di lintasan Fiorano Circuit, Italia. 

"Kami dapat belajar banyak bagaimana menciptakan mobil yang tak hanya indah dipandang, tapi juga mampu dipacu secepat mungkin dengan bahan bakar yang efisien," aku Amin Sobirin, Manajer Tim Bumi Siliwangi Team 4. 

Selain tim Bumi Siliwangi, empat tim lain juga diundang ke markas Ferrari. Yakni tim Arc Team (Swiss) dan tim H2polit O (Italia),  yang memboyong mobil UrbanConcept karyanya menggunakan sumber energi ethanol, tim Schluckspecht (Jerman) dengan mobil prototype baterai elektrik serta tim Microjoule La Jaliverie (Perancis) juga dengan mobil protoype bensin.  

Kelima tim tersebut mendapatkan tips dan trik langsung dari Marc Genè, Test Driver Scuderia Ferrari, sekaligus pemenang Le Mans 24 Hours 2009. (Jr.)**

.

Categories:Autosport,
Tags:,