Wapres Ramaikan Gerakan Cinta Pasar Modal

Wapres Ramaikan Gerakan Cinta Pasar Modal

Wapres Ramaikan Gerakan Cinta Pasar Modal

Jakarta  - Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan program Gerakan Nasional Cinta (Genta) Pasar Modal Indonesia yang diprakarsai PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan asosiasi.

"Sore ini, kita berbicara tentang cinta, sebagian besar tentu sudah mengalaminya yaitu menyenangi, menyukai, selalu mengingat dan berusaha untuk memiliki. Namun, bedanya cinta pasar modal yakni, cintanya tidak boleh buta, harus selalu mengikuti perkembangan dan mempelajari industrinya," ujar Jusuf Kalla dalam sambutan peresmian program Genta Pasar Modal Indonesia bertema "Cerdas Investasiku Cerah Masa Depanku" di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Melalui program ini, Wapres mengharapkan dapat mendorong jumlah sumber daya masyarakat (SDM) dan investor lokal di pasar modal meningkat sehingga kepemilikan saham di pasar modal domestik tidak didominasi oleh asing.

"Saat ini kepemilikan saham investor lokal sekitar 40 persen, sementara sisanya asing. Jadi, setiap keuntungan emiten akan lari keluar," katanya.

Kendati demikian, untuk masuk ke pasar modal dibutuhkan kecermatan yang baik dikarenakan industri itu memiliki risiko yang tinggi.

"Tinggi pendapatan maka risiko tinggi, dibutuhkan kecermatan anda untuk melihatnya," ujar Jusuf Kalla di depan 5.066 mahasiswa dari 27 perguruan Tinggi di Indonesia.

Maka itu, Jusuf Kalla mengharapkan mahasiswa harus lebih dahulu mengenal secara baik industri pasar modal. Pengetahuan yang baik tentang industrinya maka akan menumbuhkan rasa cinta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan bahwa GENTA Pasar Modal dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia industri. GENTA merupakan gerakan peningkatan literasi pasar modal dalam bentuk edukasi di sekolah pasar modal, forum investor serta sosial media yang bersifat jangka panjang.

"Berdasarkan survei kami tahun lalu, investasi masyarakat dalam produk pasar modal masih di bawah 1 persen, sementara jumlah kelas menengah sekitar 134 juta jiwa, ini merupakan potensi untuk mendorong investor domestik," katanya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menambahkan masyarakat kelas menengah Indonesia sering diidentifikasi sebagai "consumer-state people", atau kelompok masyarakat yang lebih konsumtif dalam pemenuhan gaya hidupnya, termasuk dalam hal pilihan investasinya.

"Mereka memiliki demand yang cukup besar akan kebutuhan berinvestasi, namun di sisi lain mereka masih memiliki pengetahuan yang minim mengenai bagaimana berinvestasi di sektor jasa keuangan, khususnya di pasar modal," katanya.

Melalui program GENTA, lanjut dia, dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat yang dianggap memiliki akses pengetahuan keuangan yang minim, termasuk masyarakat kelas menengah, pelajar dan mahasiswa Indonesia diharapkan dapat memperkuat dan mengembangkan pasar modal Indonesia kedepan. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,