Densus Geledah Rumah Perakit Bom di Karanganyar Jateng

Densus Geledah Rumah Perakit Bom di Karanganyar Jateng

Densus geledah rumah peakit bom, Suyanto alias Abu Izzah di Desa Tunggul Rejo Kecamatan Jumantono Karanganyar Jawa Tengah, Minggu (11/12/2016) siang. (foto - ist)

Karanganyar - Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu anggota Polres Karanganyar, Tim Gegana Datasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jateng serta Tim Inafis Polres Karanganyar Jawa Tengah, melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris Suyanto alias Abu Izzah di Desa Tunggul Rejo Kecamatan Jumantono Karanganyar, Minggu (11/12/2016) siang.

Abu Izzah sendiri sudah ditangkap pada Sabtu sore kemarin. Sejumlah barang bukti antara lainsenapan angin, buku-buku dan cairan dalam jeriken dibawa petugas. Peran Abu Izzah membantu merakit bom yang akan diledakkan di Istana Merdeka Jakarta Pusat.

Dari rumah Suyanto, tim memeriksa ke seluruh sudut ruangan dan membawa barang bukti, antara lain sebuah senapan angin, buku, jerigen, pakaian loreng dan beberapa bahan kimia. Sedangkan dari rumah orangtua Suyanto petugas mengamankan 7 barang bukti, yakni senapan angin, sepatu lapangan, buku, CD dan sejumlah KTP.

"Kami belum mengetahui bahan kimia apa yang ditemukan. Polres Karanganyar hanya membantu pengamanan. Semua barang bukti kita amankan untuk diteliti lebih lanjut," kata Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Selain Abu Izzah, ada tiga anggota jaringan teroris lainnya yang ditangkap sebagai "pengantin" atau pelaku bom bunuh diri Dian Yulia Novi, Nur Solihin dan Agus Supriyadi. Sedangkan dua lainnya masih diburu petugas.

Sebelum ditangkap tim Densus 88, Dian bersama dua temannya berangkat dari Solo menuju Jakarta. Mereka sempat pergi ke kantor pos untuk mengirimkan paket berisi pakaian dan surat wasiat untuk kedua orangtuanya.

Menurut Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Awi Setiyono, mereka anggota jemaah Ansharut Khilafah Daulah Nusantara yang berafiliasi pada ISIS. Mereka kerap berkomunikasi dengan angggota ISIS di Suriah, Bahrun Naim.

Dian ditangkap di rumah kosnya tidak lama setelah ke kantor pos. Sementara dua rekannya Nur Solihin dan Agus Supriadi ditangkap di bawah flyover  Kalimalang. Mereka akan dijerat Undang-Undang tentang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman hukuman seumur hidup. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,