KPK Tangkap Empat Orang dalam OTT Pejabat Bakamla

KPK Tangkap Empat Orang dalam OTT Pejabat Bakamla

Juru bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta - Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terhadap oknum pejabat Badan Keamanan Kelautan (Bakamla). KPK juga berhasil mengamankan sejumlah uang dalam jumlah besar, yang diduga akan diberikan swasta ke pihak penyelenggara negara tersebut.

"Tim mengamakan 4 orang. Satu orang di antaranya penyelenggara negara, dan 3 orang lainnya dari pihak swasta atau diduga sebagai pihak pemberi," Kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (14/12/2016) malam.

Menurut Febri, jumlah uang yang diduga akan diberikan pihak swasta ke penyelenggara negara terebut, belum bisa disebutkan secara rinci untuk saat ini. "Saat ini penyitaan sejumlah uang dan  kendaraan. Namun uangnya dalam proses penghitungan," katanya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan operasi yang dilakukan anak buahnya tersebut. Namun, Agus enggan bicara lebih jauh mengenai OTT yang dilakukan tersebut.

Febri Diansyah menyebutkan, pejabat Bakamla yang ditangkap berasal dari penyelenggara negara yang berlatar belakang sipil bukan berasal dari militer. Namun, ia belum mau menyampaikan berasal dari institusi mana pejabat Bakamla yang terjaring OTT tersebut. 

Sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksdya TNI Arie Soedewo mengkonfirmasi, pejabat yang tertangkap tangan oleh KPK berasal dari institusi Kejaksaan. Menurut Arie, pejabat itut adalah Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama, Eko Susilo Hadi yang telah bekerja di Bakamla selama empat tahun dan kini menjabat Plt Sestama.

Dugaan sementara, ‎menurut Arie, OTT KPK terkait dengan pengadaan alat pengawasan (surveilance). Namun, jika terkait proyek itu, Arie mengatakan proyek yang telah berjalan itu telah sesuai dengan perencanaan Bakamla. "Jika kaitannya dengan proyek, itu proyek sudah berjalan dan sesuai dengan perencanaan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,