Deputi Bakamla Ditetapkan Tersangka Terima Suap 2 Miliar

Deputi Bakamla Ditetapkan Tersangka Terima Suap 2 Miliar

Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi ditetapkan sebagai tersangka. (foto - ist)

Jakarta - Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi ditetapan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK. Eko Susilo Hadi menerima suap Rp 2 miliar, diduga terkait pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

"Setelah dipemeriksa 24 jam pasca penangkapan dan gelar perkara, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan, bersama dengan penetapan 4 orang sebagai tersangka. Mereka HST, MAO, FD Direktur PT MTI dan ESH," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, dalam jumpa pers di gedung KPK Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).

Sebelumnya operasi tangkap tangan dilakukan pada Rabu lalu di dua lokasi terpisah. Awalnya petugas KPK menangkap HST dan MAO di parkiran kantor Bakamla Jalan Soetomo Jakpus sekitar pukul 12.30 WIB. Penangkapan dilakukan setelah HST dan MAO menyerahkan uang kepada Eko Susilo Hadi. 

"Penyidik lalu mengamankan ESH di ruang kerja beserta uang Rp 2 miliar, dalam mata uang dolar Singapura dan dolar AS," kata Agus. Setelah penangkapan penyidik KPK mengamankan DSR di kantor PT MTI di Jalan Imam Bonjol Jakpus. HST, MAO dan FD disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Eko Susilo Hadi dikenai Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Sebelumnya, epala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Arie Soedewo menyebutkan, adanya pengadaan bidang system surveillance. Pengadaan itu di antaranya long range camera, monitoring satellite dan pengadaan backbone coastal surveillance system.

Diketahui, ketiga proyek tersebut telah selesai dilakukan lelang. Ketiganya yakni long range camera, monitoring satellite dan pengadaan backbone coastal surveillance system. Untuk nilai pagu paket long range camera sebesar Rp 102.057.071.000. 

Lelang tersebut diikuti 32 peserta, dengan pemenang lelang PT Zhasa Putra Deratama dengan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Rp 101.897.953.520,29. Untuk monitoring satelit nilai pagunya Rp 402.710.273.000. Lelang diikuti 41 peserta dengan pemenang lelang Melati Technofo Indonesia dengan HPS Rp 402.273.025.612.

Sedangkan untuk backbone coastal surveillance system nilai pagunya Rp 400.000.000.000. Lelang diikuti 31 peserta dengan pemenang lelang CMI Teknologi dengan HPS Rp 399.805.206.746. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,