Akbar Tandjung :Munas Golkar Sebaiknya 2015

Akbar Tandjung :Munas Golkar Sebaiknya 2015

Akbar Tandjung :Munas Golkar Sebaiknya 2015

Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menegaskan pelaksanaan Munas IX Golkar sebaiknya tetap dilakukan 2015 sesuai rekomendasi dari munas sebelumnya.

"Munas itu kami sudah sampaikan saran, dilaksanakan awal 2015, sesuai rekomendasi munas sebelumnya," katanya kepada wartawan di Kantor Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, di Jakarta, Rabu malam (12/11/2014).

Dia mengatakan tidak ada alasan penyelenggaraan munas dilakukan tahun ini. Penyelenggaraan munas tahun ini dipandang sebagai sebuah inkonsistensi.

"Munas sebelumnya merekomendasikan agar pelaksanaan Munas IX dilakukan 2015, apa alasannya dilakukan tahun ini? Nanti dianggap tidak konsisten, makanya kita ikuti saja rekomendasi itu, Pak Ical juga sejak awal mengatakan kan 2015," ujar dia.

Akbar mengatakan dirinya telah mengirimkan surat ke DPP Partai Golkar agar menyelenggarakan munas tahun depan. Dia juga meminta agar DPP Partai Golkar memberikan kesempatan dan peluang kepada siapa saja kader yang merasa terpanggil di proses pemilihan ketua umum.

Dia mengatakan sebaiknya pemilihan ketua umum benar-benar diserahkan kepada suara dalam munas. Yang terpenting, menurut dia, Golkar selama ini memiliki kriteria dalam menentukan pemimpin di posisi strategis yakni apakah orang tersebut baik dari segi prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.

Sebelumnya politisi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa membeberkan adanya skenario yang tengah direncanakan DPP Golkar untuk memuluskan Ical kembali terpilih melalui jalan aklamasi di Munas IX Golkar.

DPP Golkar ditengarai melakukan konsolidasi dengan DPD I di Bali sebelum penyelenggaraan Rapimnas 17-19 November di Yogyakarta. Konsolidasi itu untuk memastikan DPD I menyepakati percepatan penyelenggaraan munas dari rencana sebelumnya awal Januari 2015 menjadi akhir November 2014.

Selain itu akan diterapkan pula persyaratan tambahan bagi kandidat ketua umum yakni harus memenuhi dukungan 10 DPD tingkat I dan 30 persen DPD tingkat II.

Agun menduga wacana percepatan munas dilakukan untuk membatasi ruang gerak kandidat ketua umum lain untuk menyosialisasikan diri sebagai kandidat ketua umum, dan mengumpulkan dukungan daerah.

Dengan demikian, kata dia, hanya Ical yang bisa memenuhi persyaratan yang diterapkan, dan Ical dapat melenggang mudah melalui jalur aklamasi dalam Munas IX Golkar.

Namun hal tersebut dibantah oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham yang mengatakan tidak ada rekayasa yang dibuat pimpinan pusat partai terkait penyelenggaraan Musyawarah Nasional IX Golkar.

Pemilihan ketua umum Golkar periode selanjutnya bakal dilakukan dalam Munas IX Golkar yang waktu pelaksanaannya akan ditentukan lewat Rapimnas Golkar 17-19 November 2014 di Yogyakarta.

Sejumlah nama yang telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Ketua Umum, antara lain, Agung Laksono, Hajriyanto Y Thohari, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang, Airlangga Hartanto, MS Hidayat, dan Priyo Budi Santoso. Sedangkan Ical diprediksi kembali maju.

Saat ini ketujuh calon ketua umum Golkar tengah menemui Dewan Pertimbangan Partai Golkar untuk meminta saran terkait penyelenggaraan munas. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,