11 Terduga Sel-sel Terorisme Bahrun Naim di Indonesia

11 Terduga Sel-sel Terorisme Bahrun Naim di Indonesia

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Jakarta - Setelah menangkap 10 terduga teroris jaringan Bekasi, Detasemen Khusus (Densus) 88 kembali menangkap satu terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA di Tasikmalaya. Kesebelas terduga teroris itu di bawah kendali pentolan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bahrun Naim di Suriah, yang berafiliasi kepada ISIS.

"Ini sel-sel terorisme Bahrun Naim Jamaah Ansharut Daulah yang ada di berbagai wilayah di Indonesia," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Bahkan, mereka pernah melakukan pertemuan di Malang Jawa Timur pada November tahun lalu. "Kita tahu, mereka melakukan pertemuan di Malang tahun lalu tepatnya pada bulan November," katanya.

Menurut Boy, Bahrun Naim pun memiliki kaitan dengan narapidana terorisme Aman Andurrahman, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Pada November itu, para pelaku teror salah satunya jaringan Muhammad Nur Solihin (MNS), terduga teroris yang ditangkap di Bekasi diketahui melakukan video conference dengan Aman Abdurrahman yang merupakan pimpinan JAD di Indonesia.

"Ada instruksi melalui video conference dengan Aman Abdrurrahman, sebelum dia diisolasi di Lapas Nusakambangan," tegas Boy.

Sebelumnya, Densus 88 mengamankan tiga orang diduga teroris jaringan Bahrun Naim, yakni Muhhamad Nur Solihin (MNS), Agus Supriyadi dan Dian Yulia Novi sebagai 'pengantin' bom. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan satu bom panci di rumah kos Jalan Bintara Jaya VIII Kota Bekasi. Rencananya bom itu akan diledakkan di pusat Jakarta dan sasarannya adalah Paspampres.

Tak hanya ketiga terduga teroris tersebut, Densus 88 juga kembali mengamankan empat orang yang diketahui masih satu jaringan dengan teroris di Bekasi. Di antaranya Abu Izzah, KF, APM dan WP.

Dari hasil pengembangan, terungkap juga tiga pelaku teror lainnya, yakni Imam Syafii yang diketahui pelaku teror di Alfamart Solo pada 25 November 2016 dan Candi Resto Solo Baru pada 3 Desember 2016 lalu.

Kemudian, Sumarno asal Klaten dan Sunarto yang ditangkap di Karanganyar. Keduanya diduga ikut terlibat dalam aksi teror di Cabdi Resto Solo Baru. Terakhir terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA di Tasikmalaya, yang berperan mempertemukan 'pengantin' bom dengan MNS. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,