Lidik Pesawat Jatuh Bawa Tim Sepakbola Brasil Berlanjut

Lidik Pesawat Jatuh Bawa Tim Sepakbola Brasil Berlanjut

Puing pesawat milik maskapai LaMia yang di wilayah pegunungan Kota Medellin, Kolombia. (foto - AFP)

Medellin - Pilot pesawat yang jatuh di Kolombia ketika mengangkut tim sepakbola dari Brasil, diklaim belum ahli. Demikian disampaikan oleh pengacara pesawat nahas tersebut.

Pesawat milik maskapai LaMia jatuh di wilayah pegunungan Kota Medellin, Kolombia pada 29 November 2016 lalu, yang menewaskan hampir semua orang di dalam pesawat. Termasuk para pemain tim sepakbola Chapecoense Real. Jumlah korban tewas akibat insiden tersebut mencapai 71 orang.

Dikutip dari AFP, Minggu (18/12/2016) sejauh ini penyelidikan terus berlanjut untuk terus mencari siapa yang bertanggung jawab, atas jatuhnya pesawat tersebut. Pengacara kopilot pesawat itu mengklaim, pilot pesawat jatuh di Kolombia itu masih belum memiliki jam terbang yang cukup untuk penerbangan komersial.

"Kami mampu memperlihatkan bukti yang menunjukkan Miguel Quiroga, tidak menyelesaikan jam pelatihan yang dibutuhkan. Ternyata pada 2013, beberapa informasi yang dipalsukan disampaikan, meski otoritas membuktikan tidak memiliki jam terbang yang diperlikan ia tetap mendapatkan izin,” kata pengacara Fernando Goytia.

Duran menyatakan, Goytia mengetahui fakta mengenai Quiroga, tapi ia menutupinya demi melindungi reputasi maskapai tempat ia bekerja. Bolivia telah menangguhkan izin terbang maskapai LaMia dan menciduk manajer serta putranya, yang notabene bekerja sebagai otoritas penerbangan sipil Bolivia. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,