Tiga Bom Diledakkan di Lokasi Penggerebekan di Tangsel

Tiga Bom Diledakkan di Lokasi Penggerebekan di Tangsel

Sejumlah warga Tangerang Selatan penasaran ingin melihat tim penjinak meledakkan bom yang ditemukan di lokasi penggerebekan. (foto - ist)

Tangerang - Tim penjinak meledakkan bom yang ditemukan dari rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Babakan Tangerang Selatan. Bom yang ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB itu, merupakan bom ketiga di lokasi penggerebekan.

"Awas, tutup telinga sebentar lagi bom meledak," kata warga yang melihat kode dari petugas kepolisian di lokasi penggerebekan, Rabu (21/12/2016). Bom pertama telah diledakkan tim penjinak bom pada pukul 12.20 WIB. 

Bunyi ledakan pun tidak terlalu kuat. Selang 20 menit kemudian atau sekitar pukul 12.40 WIB, bom kedua kembali diledakkan oleh tim penjinak bom. Suara ledakan bom kedua cukup keras dan mengagetkan warga.

Berdasarkan keterangan dari Mabes Polri, ada tiga bom yang ditemukan di lokasi penggerebekan. Namun dari informasi yang berkembang di lapangan, ada empat bom yang ditemukan petugas.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan menyatakan, saat ini barang bukti yang telah diidentifikasi dari lokasi adalah tiga bom, paralon, dua tas ransel, satu wadah berisi perlatan dan bahan baku bom dan juga senjata api. "Rencananya masih akan ada ledakan satu lagi, baru setelah itu kita bisa mensterilkan area sekitar," katanya di lokasi penggerebekan.

Untuk mengamankan lokasi, garis polisi dipasang mengitari lokasi penggerebekan pada radius 10 meter. Meski ledakan terdengar dan membuat suasana mencekam, hal itu tidak menyurutkan warga untuk memenuhi area sekitar.

Sementara itu, ketiga mayat pelaku teroris yang ditembak masih berada di dalam kontrakan dan belum dievakuasi. Kapolda, Kapolres dan Kadensus saat ini tengah mengadakan rapat terbatas terkait kasus tersebut. 

Disebutkan, sejauh ini warga memang tidak mengenal para pelaku karena mereka baru pindah ke kontrakan yang baru sekitar dua pekan lalu. Warga pun tidak menyangka, kalau orang-orang yang mengontrak itu adalah pelaku terorisme.

Menurut penuturan warga, saat penggerebekan terdengar 10 kali suara tembakan. Saat warga berkumpul, petugas Densus 88 meminta warga tidak keluar rumah. Petugas juga menyampaikan ada bom aktif di dalam rumah kontrakan pelaku. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,