Salurkan Kreativitas Menhub Bakal Gelar Kontes 'DJ Telolet'

Salurkan Kreativitas Menhub Bakal Gelar Kontes 'DJ Telolet'

Fenomena 'Om Telolet Om' telah merambah dunia internasional, tak terkecuali di kalangan artis dan selebritis dunia. (foto - Instagram/ilustrasi)

Jakarta - Fenomena suara klakson bus atau truk "telolet" masih mnjadi viral di dunia maya. Bahkan, sebutan 'Om Telolet Om' telah merambah dunia internasional, tak terkecuali di kalangan artis dan selebritis dunia. Bahkan, sejumlah kalangan memandang fenomena itu identik dengan sebuah hiburan.
 
Sejumlah pejabat negara pun banyak yang menanggapinya mengenai fenomena yang satu ini. Kementerian Perhubungan misalnya, langsung bereaksi terhadap fenomena tersebut. Bahkan, Kemenhub berencana akan membuat kontes DJ Telolet
 
Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, fenomena om telolet om telah menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Banyak pihak yang dibuat senang oleh aksi sopir bus yang membunyikan klakson tersebut. "Telolet kita itu senang. Apalagi saya senang musik itu menghibur," kata Budi di Jakarta, Jumat (23/12/2016).
 
Budi mengatakan, telolet merupakan kreativitas baik yang harus dikembangkan dengan baik. Ia pun ingin mengembangkan klakson telolet ‎itu sebagai saran penyaluran kreativitas. "Jadi saya pikir kreativitas yang bagus ini harus dikembangkan. Kami kasih kesempatan mereka untuk mengembangkannya," katanya.
 
Untuk itu, Kemenhub akan menyalurkan kreativitas klakson om telolet om dengan mengadakan kontes telolet. Bahkan akan dibuat kompetisi aransemen musik elektronik dengan menggunakan Disk Jockey (DJ) telolet. "Kemenhub akan bekerja sama dengan pihak tertentu untuk mengadakan kontes telolet," tega Budi.
 
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengomentari fenomena sosial itu hanya sementara menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Paling tidak, permintaan membunyikan klakson bus itu juga hanya akan berlangsung selama sebulan ke depan.
 
JK sebelum menjelaskan pandangannya pun sempat kesulitan mengucapkan kata 'Om Telolet Om'. Ia bahkan tertawa saat kesulitan mengucapkan kata itu. "Itu fenomena sementara, paling sebulan. Banyak fenomena begitu top populer sebulan berhenti," katanya.
 
Mantan Ketua Umum Golkar itu melihat fenomena telolet tak ubahnya sebagai geliat masyarakat dengan aplikasi dan permainan Pokemon Go. Menurutnya, telolet bisa menjadi hiburan masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak. "Fenomena top sementara ingin terkenal anak-anak ingin masuk tv karena aneh," ungkap JK.
 
Terlepas dari semua itu, JK melihat telolet merupakan bagian dari kreativitas dan hiburan murah bagi masyarakat. Namun tetap saja tidak akan lama menjadi perbincangan di masyarakat. "Baguslah, tapi tidak akan lama itu," tegas JK. (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait