Dirjen Imigrasi Nyatakan Hanya Ada 1.827 WNA Cina Ilegal

Dirjen Imigrasi Nyatakan Hanya Ada 1.827 WNA Cina Ilegal

Diskusi tenaga kerja asing (TKA) asal Cina dalam "Polemik Sindo Trijaya FM" di Warung Daun Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (24/12/2016). (foto - Sindo Trijaya FM)

Jakarta - Sejauh ini pemerintah membantah adanya jutaan tenaga kerja asing asal Cina masuk ke Indonesia. Namun, diakui ada ribuan tenaga kerja asing Cina yang bekerja di Indonesia.

Menurut Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie, saat ini hanya ada 27 ribu warga negara asing (WNA) Cina yang berada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.827 WNA Cina ilegal.

"Dari sebanyak 27 ribu WNA Cina tersebut, terdapat 1.827 orang ilegal dan sedang dalam proses administrasi," katan Ronny dalam Polemik Sindo Trijaya FM di Warung Daun, Sabtu (24/12/2016).

Ia mengatakan, hingga saat ini WNA ilegal tersebut tengah dalam proses administrasi. Sementara 126 orang WNA ilegal sedang menjalani proses pengadilan. "Data Ditjen Imigrasi ada sekitar 126 orang diproses pengadilan," katanya.

Sementara itu, mengenai tenaga kerja asing, Ronny menegaskan hanya tenaga kerja asing yang bermanfaat yang diizinkan masuk ke Indonesia. "Hanya tenaga kerja asing yang bermanfaat, yang kita perbolehkan masuk dan bekerja di Indonesia," tegasnya.

Seperti diketahui, belakangan ini masyarakat dikejutkan dengan kabar masuknya jutaan tenaga kerja asing ilegal asal Cina. Kebijakan bebas visa disebut menjadi salah satu penyebab, membludaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Tanah Air.

Untuk itu, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Macan Yusuf menyarankan, pemerintah untuk merevisi kebijakan bebas visa. "Kami merekomemdasikan kepada pemerintah, agar meninjau ulang kebijakan bebas visa tersebut," katanya.

Menurut Dede, kebijakan bebas visa membuat warga negara asing dengan mudah masuk ke Indonesia. "Bebas visa juga menjadi penyebab fenomena tersebut terjadi," tegasnya.

Pemerintah memberlakukan bebas visa yang tujuannya meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia, sejak Desember 2015. Tak tanggung-tanggung, bebas visa tersebut diberikan kepada 170 negara. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,