31 Narapidana Kabur, Lapas Banjarbaru Kalsel Rusuh

31 Narapidana Kabur, Lapas Banjarbaru Kalsel Rusuh

Kerusuhan di Lapas Klas IIIB Banjarbaru Kalimantan Selatan. (foto - ist)

Banjarbaru - Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketat yang disiagakan, guna menangani kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Klas IIIB Banjarbaru Kalimatan Selatan, Minggu malam.

Penjagaan dilakukan menyusul terjadinya kerusuhan antar-penghuni Lapas, setelah warga binaan menyerang petugas jaga di pintu masuk. Sebanyak 31 warga binaan yang berada di Blok I yang dihuni narapidana kasus narkotika kabur. Mereka menjebol ruang logistik dan kabur lewat pintu darurat yang tidak bisa lagi dijaga petugas.

"Sedikitnya ada 30 personel Brimob yang sudah kami siagakan di lokasi," kata Komandan Unit Gegana Brimob Polda Kalimantan Selatan Inspektur Dua Joko, Senin (26/12/2016).

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Kalimatan Selatan Imam Suyudi menyatakan, suasana sudah kondusif, warga binaan dikumpulkan dan dimasukkan ke sel mereka dengan cara berjalan jongkok. "Penyebab kabur karena kurangnya jumlah petugas jaga. Harusnya satu blok dijaga 14 orang, ini hanya dijaga dua petugas," katanya.

Menurut Kapolres Banjarbaru AKBP Eko Wahyuniawan, ada lima napi yang ditangkap. Untuk menghindari keributan berlanjut, sebagian narapidana dipindahkan ke Lapas Martapura. Setelah dilakukan pengejaran oleh tim gabungan, hingga Senin (26/12/2016 sore, sudah 26 napi yang ditangkap. Mereka dibekuk dari berbagai tempat di Banjarbaru.

Kerusuhan di Lapas Banjarbaru bermula dari kejadian keributan di Blok I. Pemicunya provokasi seorang napi bernama Jali. Ia menghasut melakukan penyerangan kepada petugas jaga, karena memasukkan rekan mereka ke sel isolasi. Pemicu utama adalah kasus utang piutang antarsesama napi.

Jali dan kelompoknya berteriak-teriak sambil membawa senjata tajam. Mereka merusak pintu sel dan menghasut napi lain untuk melarikan diri, setelah membekuk dua petugas lapas yang terpaksa membuka pintu seluruh sel. Karena jumlah napi sangat banyak, khawatir terjadi pertumpahan darah, maka petugas memilih mundur. Sebanyak 31 napi kabur dengan menjebol ruang logistik dan melalui pintu darurat.

"Karena membawa senjata tajam. Napi bernama Rujali alias Jali ditangkap dengan cara dilumpuhkan. Sebanyak 26 napi narkoba dititipkan ke lapas narkotika Martapura," kata Eko Wahyuniawan. Sejauh ini, penjagaan masih dilakukan petugas bersenjata. Pengejaran terus dilakukan terhadap lima narapidana yang masih melarikan diri. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,