Tak Ada yang Hilang, Kasus di Pulomas Murni Pembunuhan

Tak Ada yang Hilang, Kasus di Pulomas Murni Pembunuhan

Dodi Triono berfoto bersama anak-anaknya. (foto - Instagram)

Jakarta - Kapolres jakarta Timur Kombes M Agung menyatakan, peristiwa di Jalan Pulomas Utara No. 7A Kayu Putih Pulogadung Jakarta Timur yang menewaskan enam korban dan melukai lima orang, sejauh ini murni pembunuhan. Alasannya, tidak ada barang hilang dari rumah korban.

"Motifnya masih pembunuhan, bukan perampokan karena tak ada barang yang hilang. namun terdapat korban dan penyekapan," kata Agung di lokasi, Selasa (27/12/2016). Mengenai perkiraan jumlah pelaku, Agung enggan berspekulasi. Terlebih, para korban selamat masih trauma.

"Korban yang selamat masih di RS dan masih trauma. Ada juga yang diam saja berupaya normal nanti kita tanyakan," katanya.

Sementara itu, teman semasa kuliahnya di Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia (UI) merasa sangat kehilangan atas kejadian yang menimpa korban. Sarjono misalnya salah seorang teman kuliah Dodi menyatakan terkejut saat mendapat kabar perampokan itu. 

Saat itu juga ia langsung mendatangi lokasi kejadian, yang terjadi di kediaman sahabatnya sejak semasa SMA. Sarjono sempat tidak percaya atas kejadian itu. Sebab sekitar empat hari lalu, Dodi bersama Sarjono sempat mengadakan pertemuan dengan teman-teman semasa kuliah di UI.

"Empat hari lalu kita sempat ketemuan di salah satu mal di Jakarta. Tak ada tanda-tanda khusus kalau Dodi akan meninggalkan kami, apalagi orangnya baik," kata Sarjono.

Menurutnya, kedatangannya ke lokasi untuk mendapatkan kabar tempat jenazah akan disemayamkan. Kabar itu nantinya akan disebar ke teman-teman SMA dan kuliah di UI. "Orangnya baik. Ia pun jadi ketua RT. Pasti semua teman yang pernah interaksi sama dia akan datang takziah,” tegas Sarjono.

Salah seorang kerabat Dodi Triono, Dewi menjenguk korban selamat di rumah sakit. Ia pun mengaku tak tahu motif perampokan yang terjadi. Menurutnya, Dodi merupakan pimpinan proyek di kawasan Senayan, namun ia tak menyebutkan secara jelas, proyek yang tengah digarapnya karena dia seorang arsitek.

"Dendam atau apa enggak tahu, tapi dia pimpinan proyek di Senayan," katanya. Dewi juga sempat berbincang dengan korban selamat, Zanette Kslila Azaria (13). 

Menurut keterangan Dewi, Zanette atau yang akrab disapa Anet belum bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Terlebih, kondisi Anet yang tunawicara. "Anet enggak banyak ngomong, pundaknya sakit katanya, minta dironsen," kata Dewi.

Seperti diketahui, enam orang tewas dalam aksi perampokan di Jalan Pulomas Utara No. 7A Kayu Putih Pulogadung Jakarta Timur. Kejadian itu terjadi Selasa dinihari, terungkap setelah saksi bernama Sheila Putri melaporkan hal itu ke Pospol Kayu Putih pada pukul 09.25 WIB.

Di RS Kartika Husada, enam korban yang sempat dibawa ke rumah sakit. Namun satu orang diketahui tewas bernama Tasrok yang merupakan sopir keluarga Dodi. Jasad Tasrok dibawa ke RS Polri Kramatjati. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,