Dipertanyakan, Surplus Daging Sapi 140 Ribu Ton

Dipertanyakan, Surplus Daging Sapi 140 Ribu Ton

Dipertanyakan, Surplus Daging Sapi 140 Ribu Ton

Jakarta  - Dewan Daging Sapi Nasional (DDSN) meragukan dan memeprtanyakan mengenai surplus daging sapi sebanyak 140 ribu ton hingga Oktober 2014, sebagaimana diungkapkan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Ketua DDSN Soehadji menyatakan, jika benar terjadi surplus daging sapi mestinya harga di dalam negeri turun. "Meski pasokan daging sapi surplus, harga di pasaran saat ini masih tinggi," kata mantan Dirjen Peternakan itu.

Sebelumnya, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Syukur Iwantoro menyatakan, pasokan daging sapi surplus 140 ribu ton hingga Oktober 2014.

"DDSN menghadapi situasi yang membingungkan dengan adanya pernyataan petinggi Kementerian Pertanian, yang mengakui secara terbuka telah salah hitung program swasembada daging. Padahal, data yang digunakan adalah hitungan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2011," kata Soehadji.

Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Thomas Sembiring mengatakan, persediaan daging sapi dalam negeri diyakini belum berlebih jumlahnya. Hal itu didasarkan pada perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Ada pejabat berwenang yang mengatakan daging sapi over supply, itu aneh dan perlu dipertanyakan dari mana menghitungnya. Menurut saya tidak ada itu (persediaan berlebih)," katanya.

Menurutnya, persediaan daging yang ada di dalam negeri itu berasal dari sapi lokal maupun impor dan daging beku dari luar negeri. Untuk populasi sapi hidup di dalam negeri saja belum berada pada angka yang memadai. 

"Kalau daging impor itu per 3 bulan, dan itu sudah habis dalam waktu berjalan. Nah yang sekarang masih tersisa itu kan untuk pemasukan Oktober-Desember. Untuk periode yang terakhir ini sisanya pun paling tinggal 10 ribu ton," ujar Thomas.

Ia juga mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan rakyat tingkat bawah baru mengonsumsi daging sapi sebanyak 2 kg/tahunnya. "Data BPS menyebutkan, masyarakat bawah kita baru konsumsi daging 2 kg/tahun. Bagaimana mungkin kita over supply jika Malaysia saja sudah 7 kg/tahunnya," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,