Otoritas Australia Sita 1,1 Ton Kokain Senilai Rp 3,4 Triliun

Otoritas Australia Sita 1,1 Ton Kokain Senilai Rp 3,4 Triliun

Otoritas kemanan Australia sita 1,1 ton kokain senilai Rp 3,4 triliun. (foto - ABC)

Sydney - Kepolisian Australia dilaporkan berhasil membongkar jaringan penyelundupan kokain besar di malam Natal. Tidak tanggung-tanggung dalam operasi gabungan bersama otoritas di Tahiti tersebut, kepolisian Australia berhasil menyita kokain sedikitnya 1,1 ton.
 
Kepolisian Australia yang dibantu berbagai instansi di Negeri Kanguru itu mengadakan penyelidikan besar-besaran, sejak dua setengah tahun yang lalu. Penyelidikan itu dimulai setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.
 
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/12/2016) polisi menyita 600 kilogram kokain yang dibantu oleh angkatan laut Perancis di perairan Tahiti. Kemudian polisi kembali menyita 500 kilogram narkoba  pada Hari Natal di Sydney. Sedangkan penyitaan terakhir dilakukan polisi Fiji yang berhasil mendapatkan 32 kilogram heroin. Semua narkoba itu akan dijual ke pasar di Australia.
 
"Jumlah penyitaan tersebut secara keseluruhan mencapai 1,1 ton. Ini menjadi penyitaan kokain terbesar dalam sejarah penegakan hukum Australia," kata pejabat Kepolisian Federal Australia, Chris Sheehan.
 
Disebutkan, jika sempat terjual oleh jaringan penyelundupan narkoba, maka kokain itu diperkirakan mencapai nilai sekitar 360 juta dolar Australia, atau sekitar Rp 3,4 triliun. "Sindikat kriminal yang kami telah bongkar selama beberapa hari ini termasuk sindikat yang kuat, ulet dan bertekad,” tegas Sheehan.
 
Sementara itu, Mark Jenkins dari Kepolisian New South Wales mengatakan, saat ini pemeriksaan masih terus berlanjut untuk mencari siapa saja yang terlibat dalam sindikat itu, atau mereka yang diajak berbisnis di Australia.
 
Selain menyita berton-ton kokain, polisi juga menangkap 15 orang para pelaku yang terlibat dalam sindikat tersebut. Yakni satu warga Selandia Baru dan 14 warga Australia, semuanya didakwa dengan kejahatan penjualan narkoba yang berat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,