Wanita Cina Ditangkap sebagai Terapis, Pemandu Lagu & PSK

Wanita Cina Ditangkap sebagai Terapis, Pemandu Lagu & PSK

Wanita Cina yang Ditangkap sebagai Terapis, Pemandu Lagu dan PSK. (foto - ist)

Jakarta - Sebanyak 76 warga negara Cina yang diringkus Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, bekerja sebagai terapis, pemandu lagu dan pekerja seks komersial (PSK). Mereka diduga menyalahi izin tinggal dan kunjungan di Indonesia.

Menurut Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Imigrasi Yurod Saleh, jumlah WNA yang diamankan merupakan rekor penangkapan terbanyak yang dilakukan Ditjen Imigrasi. "Penangkapan ini mencatat rekor. Paling banyak mendapatkan hasil dan semua perempuan dari Cina," kata Yurod di Kantor Ditjen Imigrasi Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (1/1/2017).

Yurod menyatakan, pihaknya masih mengembangkan penyidikan apakah semua WNA itu ada yang memfasilitasi atau tidak. "Kita lakukan pendalaman dan investigasi terhadap mereka. Apakah ada orang memfasilitasi akan dikembangkan," katanya.

Mengenai penangkapan itu, diakui pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat banyaknya WNA yang bekerja di tempat hiburan malam. "Ke depan tidak hanya tempat hiburan. Kita akan tetap awasi agar kehadiran WNA bermanfaat buat negara kita sesuai UU Keimigrasian," tegas Yurod.

Seperti diketahui, dalam operasi penangkapan pihak imigrasi pada 31 Desember 2016, diamankan wanita sebanyak 76 orang berkewarnegaraan Cina berusia 18-23 tahun. Mereka melakukan pekerjaan sebagai terapis, pemandu lagu dan PSK.

Adapun tarif yang dipatok para wanita tersebut bermacam-macam, mulai dari Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta rupiah. Selain mengamankan mereka, Inigrasi juga mengamankan 92 paspor kewarganegaraan Cina, bukti pembayaran, uang Rp 15 juta, HP, tas, pakaian dalam dan alat kontrasepsi.

Yurod menambahkan, pihaknya menjerat pelaku dengan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni Pasal 116 dan Pasal 122. "Pelanggarannya macam-macam mulai dari overstay, tidak dapat menunjukkan paspor hingga penyalahgunaan izin tinggal," katanya.

Para warga negara Cina itu pun terancam mendapatkan sanksi berupa pembayaran denda, deportasi dan penangkalan, hingga dikenakan sanksi pidana selama lima tahun penjara. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,