Keluarga Korban Tewas KM Zahro Berdatangan ke RS Polri

Keluarga Korban Tewas KM Zahro Berdatangan ke RS Polri

Keluarga korban tewas KM Zahro mulai berdatangan ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. (foto - ist)

Jakarta - Sejumlah keluarga korban tewas terbakarnya KM Zahro Express mulai berdatangan ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Kedatangan mereka untuk membantu proses identifikasi puluhan korban tewas, melalui pemeriksaan sampel DNA dan odontologi forensik (pemeriksaan gigi).
 
Namun, sayangnya tidak sedikit keluarga yang datang tanpa membawa persyaratan lengkap. Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Sukanto Kombes Musyafak mengimbau kepada para keluarga korban yang memiliki hubungan darah, untuk membawa rekam medis korban tewas.
 
"Kepada keluarga agar mempermudah yang diharapkan membawa pertama hasil medical record dari gigi kalau pernah. Kedua data contoh sidik jari foto copy KTP, dan yang hadir keluarga hubungan darah," kata Musyafak di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Senin (2/1/2017). 

Sejauh ini, sebanyak 20 jenazah yang belum teridentifikasi identitasnya masih berada di kamar jenazah RS Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 di antaranya berjenis kelamin perempuan, 3 laki-laki dan satu jenazah belum teridentifikasi jenis kelaminnya. "Kepada semua jenazah telah dilakukan identifikasi, hasil post mortemnya keluar sore ini," tegasnya. 
 
Sementara itu, Dinas Kesehatan melansir data jumlah korban selamat dari tragedi terbakarnya kapal Zahro Express di Muara Angke Jakarta Utara. Sebanyak 48 orang korban masih dirawat di enam rumah sakit. RS Atmajaya menangani 32 orang, RS Pantai Indah Kapuk menangani 1 orang, 5 orang korban di RS Pluit, RSPAD Gatot Subroto menampung 5 orang (3 orang sudah terdata di RS Atmajaya), RS Pusat Pertamina menangani 3 orang dan 2 orang di RSUD Tarakan.
 
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Kesehatan, dokter (Kombes) Yayok mengatakan ada satu korban selamat yang dirawat di Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur. Korban berinisial PF beralamat di Majalengka Jawa Barat. 
 
Ia menyebutkan, korban sempat menjalani perawatan intensif. Namun pagi ini sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Namun, Yayok enggan mejelaskan secara rinci terkait luka bakar yang dialami korban PF. "Kondisinya saat ini telah membaik. Keluhannya sesak dan ada bakar," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,