Tarif Baru Pengurusan STNK dan BPKB Dinilai Tidak Bijak

Tarif Baru Pengurusan STNK dan BPKB Dinilai Tidak Bijak

Salah satu layanan Samsat Putlet. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Yohannes Nangoi menyayangkan langkah pemerintah, yang akan menaikkan tarif penerbitan dan pengesahan surat tanda nomor kendaraan dan buku pemilik kendaraan bermotor.
 
Ia menilai, dengan kondisi ekonomi seperti saat ini keputusan tersebut sangat tidak bijak. "Dalam kondisi pasar dan ekonomi yang lesu seperti saat ini, kenaikan tarif akan sangat memberatkan, khususnya bagi pihak seperti kami. Apalagi, kenaikannya cukup besar," kata Yohannes, Senin (2/1/2017).
 
Diakui, Gaikindo telah mendapat undangan sosialisasi kenaikan tarif tersebut. Namun, jeda waktu antara sosialisasi dan penerapan kebijakan dianggap tidak efisien. "Sosialisasi pada akhir tahun, dan enggak lama setelah itu langsung diberlakukan. Jadi, kami juga kaget," katanya.
 
Mengenai apakah hal itu akan berdampak pada penjualan unit kendaraan ke depannya, Yohannes mengaku belum bisa memprediksi hal itu. "Saya belum bisa memperkirakan. Saya akan mempelajari dulu dan lihat perkembangannya," katanya.
 
Diketahui, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Peraturan pengganti PP Nomor 50 Tahun 2010 itu akan mulai berlaku pada 6 Januari 2017.
 
Dalam PP 60/2016 tersebut, pemerintah menaikkan tarif pengurusan surat-surat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Tarif yang dinaikkan, yakni penerbitan dan pengesahan surat tanda nomor kendaraan (STNK), penerbitan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), dan penerbitan tanda nomor kendaraan bermotor. (Jr.)**
 
Kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB:

Roda dua:
Jenis Tarif lama Tarif baru Kenaikan
STNK baru Rp 50 ribu Rp 100 ribu 100 persen
STNK perpanjang (per 5 tahun) Rp 50 ribu Rp 100 ribu 100 persen
STNK pengesahan (per tahun)   Rp 25 ribu  
Pelat nomor (per 5 tahun) Rp 30 ribu Rp 60 ribu 100 persen
STCK Rp 25 ribu Rp 25 ribu Nol persen
BPKB baru Rp 80 ribu Rp 225 ribu 181 persen
BPKB ganti pemilik Rp 80 ribu Rp 225 ribu 181 persen
Mutasi Rp 75 ribu Rp 150 ribu 100 persen
 

Roda empat:
Jenis Tarif lama Tarif baru Kenaikan
STNK baru Rp 50 ribu Rp 200 ribu 300 persen
STNK perpanjang (per 5 tahun) Rp 50 ribu Rp 200 ribu 300 persen
STNK pengesahan (per tahun)   Rp 50 ribu  
Pelat nomor (per 5 tahun) Rp 50 ribu Rp 100 ribu 100 persen
STCK Rp 25 ribu Rp 50 ribu 100 persen
BPKB baru Rp 100 ribu Rp 375 ribu 275 persen
BPKB ganti pemilik Rp 100 ribu Rp 375 ribu 275 persen
Mutasi Rp 75 ribu Rp 250 ribu 233 persen
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,