KPK Tetapkan Menteri ESDM Jero Wacik Sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Menteri ESDM Jero Wacik Sebagai Tersangka

gedung kpk

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Menteri ESDM Jero Wacik sebagai tersangka, Rabu (03/09/2014). Penetapan itu dilakukan penyidik setelah melakukan gelar perkara bersama pimpinan KPK, pekan lalu. Jero Wacik diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan di Kementerian ESDM.

Menurut Wakil Ketua KPK, Zulkarnain di kantor KPK, Jakarta, mengatakan, modus yang dilakukan Jero Wacik di antaranya dengan melakukan kegiatan-kegiatan rapat fiktif, termasuk mengumpulkan dana-dana dari rekanan.

Zulkarnain menambahkan, Jero Wacik diduga melakukan pemerasan terkait kewenangannya, dalam rangka operasional jabatannya. "Pertama, pasca menjadi menteri di Kementerian ESDM, diperlukan dana untuk operasional menteri yang lebih besar. Untuk mendapatkan dana lebih besar daripada dianggarkan, dimintalah beberapa hal di orang kementerian itu, agar dana operasional itu bisa jauh lebih besar," ungkapnya.

Pasal yang disangkakan Jero yakni Pasal 12 huruf e UU No. 31/1999 sebagaimana diubah UU No. 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 421 KUHPidana.

Pimpinan KPK sudah mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 2 September 2014, terkait peningkatan status menjadi ke penyidikan atas nama tersangka Jero Wacik dari kementerian ESDM.

Sebelumnya, anak buah Jero, Sekjen ESDM Waryono Karno ditetapkan tersangka dalam kasus suap SKK Migas, yang melibatkan Rudi Rubiandini. Saat mengusut kasus itu, KPK juga mengusut dugaan korupsi pengadaan di Kementerian ESDM tahun 2011-2013.

Di sanalah KPK menemukan bukti-bukti yang mengarah kepada Jero sebagai tersangka pemerasan. KPK menduga Jero menerima sejumlah uang. Terdapat pula indikasi Jero memerintahkan ke Waryono untuk memainkan anggaran di Kementerian ESDM.

.

Categories:Daerah,
Tags:,