Tersangka Korupsi Buku Aksara Sunda Masuk Rutan Kebonwaru

Tersangka Korupsi Buku Aksara Sunda Masuk Rutan Kebonwaru

Tersangka Korupsi Buku Aksara Sunda Dijebloskan ke Kebonwaru. (foto - ist)

Bandung - Saeful Rohman, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku Aksara Sunda tahun anggaran 2010, akhirnya dijebloskan ke Lapas Sukamiskin. Saeful ditahan pagi tadi setelah melakukan rangkaian pemeriksaan oleh penyidik.

Menurut Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar Anwarudin, pemeriksaan terhadap tersangka sudah dua kali dilakukan. Sebelumnya, penyidik juga memeriksa tersangka pada Kamis 29 Desember lalu. "Hari ini yang kedua, diperiksa mulai jam 9.30. Tersangka dalam kondisi sehat dan kami memutuskan langsung menahannya," katanya di Kejati Jabar Kota Bandung, Rabu (4/1/2017).

Saeful ditahan sekitar pukul 14.00 WIB dengan dibawa mobil tahanan menuju Rutan Kebonwaru, Kota Bandung. Menurutnya, Saeful akan menjalani masa penahanan di Kebonwaru selama 20 hari. Dalam masa itu, penyidik akan berupaya menyempurnakan berkas, agar kasusnya segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Diharapkan, sudah bisa selesai penyempurnaan berkasnya secara formal maupun material. Agar tidak terlalu berjauhan waktu sidangnya dengan tersangka lainnya karena kan satu kesatuan," tegasnya.

Pada akhir tahun lalu penyidik juga baru saja menjebloskan tersangka kasus yang sama, yakni Kadisdik Jabar Asep Hilman. Peran Saeful dalam kasus pengadaan dengan alokasi anggaran mencapai Rp 4,6 miliar itu, sebagai ketua panitia pengadaan. Pada perjalanannya, ia tidak melaksanakan tupoksi dengan baik.

"Masih ada dua tersangka yang terlibat. Kemungkinan berkembang bisa saja. Namun yang memenuhi kecukupan alat bukti cuma dua orang, karena perannya sangat dominan. Sedangkan yang lainnya hanya numpang nama," tegasnya.

Jaksa menjerat Saeful Rahman dengan dakwaan primer Pasal 2 dan dakwaan subsider Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31/1999, tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI nomor 20/2001 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman kedua pasal itu mencapai 20 tahun penjara. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,