Jalur Majalengka - Kuningan Mulai Bisa Dilewati Kendaraan

Jalur Majalengka - Kuningan Mulai Bisa Dilewati Kendaraan

Jalur jalan Majalengka - Kuningan yang amblas beberapa waktu lalu. (foto - ist)

Majalengka - Ruas jalan yang amblas di Desa Wanahayu Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka sudah mulai bisa dilalui kendaraan kecil. Sedangkan kendaraan dengan beban di atas 8 ton belum bisa melintas, karena kondisi jalan masih terus bergerak.
 
Kendaraan mulai bisa melintas sekitar pukul 14.00 WIB, setelah pengurukan dan pengerasan jalan selesai dilakukan, dengan mengerahkan dua alat berat serta sejumlah truk pengangkut batu dan pasir.
 
Menurut Kepala Balai Wilayah VI Bina Marga Provinsi Bawa Barat Prasetyo Wibowo, meski ruas jalan Majalengka-Kuningan lintas Cikijing itu sudah bisa dilintasi, pihaknya masih terus melakukan pengawasan karena konstruksi jalan belum permanen. Pergerakan tanah masih terus terjadi, terlebih curah hujan di wilayah Wanahayu hampir setiap hai turun dengan intensitas tinggi.
 
"Kendaraan beban tinggi seperti tronton, kendaraan pengangkut semen, bus besar atau kendaraan lainnya berkapasitas diatas 8 ton untuk sementara tidak diperbolehkan melintas. Jika dipaksakan jalan akan cepat hancur kembali," katanya.
 
Menurutnya, untuk kendaraan besar akan dialihkan melalui jalur alternatif atau untuk kendaraan dari arah Ciamis dan Tasikmalaya menuju Tol Cipali masih harus memutar arah ke wilayah Kuningan. Termasuk kendaraan berat dari arah Kuningan atau sebaliknya. "Kami tidak mau memaksakan karena konstruksi jalan belum benar-benar baik,” tegas Wibowo.
 
Lamanya perbaikan jalan itu sendiri katanya, terkait tanah di bagian kiri dan kanan jalan yang mengalami amblas terus bergerak. Sehingga pengurukan dan pemadatan harus benar-benar dilakukan dengan sempurna, jangan sampai ketika jalur jalan dilintasi kendaraan roda empat, tiba-tiba ambruk lagi. Terlebih curah hujan saat ini masuh cukup tinggi dan tanah sangat mudah bergerak dan longsor.
 
"Kondisi jalan disini labil, tanahnya mudah bergerak, sehingga bila tehnik pengerjaan hanya dengan cara diuruk, maka tidak akan tahan. Teknik CTB diharapkan lebih kuat karena pasir dan batu bisa lebih kuat dengan perekat semen,” katanya.
 
Sementara itu, Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar mada Roostanto disertai staf Erik mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pengalihan jalur jalan khusu untuk kendaraan besar agar tidak melintasi ke Desa Wanahayu. "Untuk kendaraan besar dari arah banjar dan Ciamis menuju Cipali masih tetap harus memutar arah ke Cirebon, demikian sebaliknya,” katanya.
 
Di belokan jalan Cikijing menuju Majalengka masih tetap akan dipasang rambu-rambu lalu lintas larangan kendaraan besar melintasi Talaga-Majalengka, selain akan mensiagakan anggota kepolisian di kedua titik di Kabipaten dan Cikijing serta di Wanahayu sendiri. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,