Pelaku Pasar Jangan Panik dengan Kenaikan BBM

Pelaku Pasar Jangan Panik dengan Kenaikan BBM

Pelaku Pasar Jangan Panik dengan Kenaikan BBM

Kupang - Ekonom dari Universitas Widya Mandira Kupang Dr Thomas Ola Langoday meminta pelaku pasar di Tanah Air tidak ikut-ikutan panik dalam mereaksi wacana penaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Seharusnya pula, selama belum pasti, rencana penaikan harga BBM jangan diwacanakan pemerintah dan diekspos oleh media. Pemerintah seharusnya tetap tenang sehingga tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat," katanya di Kupang, Kamis (13/11/2014).

Bagaimanapun, katanya, setiap wacana penaikan harga BBM bersubsidi berdampak negatif pada masyarakat sebab para pelaku pasar panik dan dengan tanpa kompromi menaikkan harga-harga terutama kebutuhan pokok yang bersingungan langsung kepentingan hidup orang banyak.

Bukan cuma itu, menurut dia, para pelaku pasar bahkan menimbun bahan dan barang dengan tujuan ekonomis, karena wacana yang tanpa kendali bahkan cenderung menjadi bola liar seperti dipolitisasi dan dipolemikan hingga meresahkan masyarakat.

Ia mengatakan kepanikan sebagai dampak dari wacana kenaikan BBM itu bisa saja terjadi, karena lambatnya tim perumus angka akhir untuk menentukan besaran kenaikan BBM.

Sesungguhnya, kata Dekan Fakultas Ekonomi Unwira Kupang itu, pemerintah tidak harus menaikan harga BBM dalam tahun ini karena BBM bersubsidi dalam pos APBN 2014 masih tersisa 46 juta kiloliter yang diperkirakan habis pada Desember 2014.

Selain itu, kata dia, masih ada cadangan sebanyak 2 juta kiloliter yang bisa digunakan hingga Februari 2015.

Sementara itu, di Jakarta, anggota Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah mengkaji ulang rencana penaikan harga BBM bersubsidi.

"Sebaiknya pemerintahan Jokowi-JK tidak buru-buru menaikkan harga BBM karena dampaknya akan sangat luar biasa," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:bbm,