Penembakan di Bandara Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang

Penembakan di Bandara Fort Lauderdale Tewaskan 5 Orang

Semua penumpang panik dan berlarian mencari tempat yang aman di Terminal 2 Bandara Fort Lauderdale Florida. (foto - AFP)

Florida - Suasana ruang pengambilan bagasi di Terminal 2 Bandara Fort Lauderdale Florida yang tengah ramai oleh penumpang yang mengambil barang mereka, tiba-tiba berubah menjadi ketegangan. Esteban Santiago yang juga baru turun dari pesawat, menarik pistol semi-otomatis dari tasnya, yang langsung melepaskan tembakan, Jumat sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Lima orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian itu. Penembakan itu memicu kepanikan. Orang-orang berlarian dari terminal bandara menuju keluar untuk mencari perlindungan. Saat itu David Fogarty, seorang tukang kayu dari Key West, tengah beada di bandara itu menuju ke Cancun, Meksiko. 

Dikutip dari New York Times, Sabtu (7/1/2017), ia pun menyaksikan semuanya bagaimana orang-orang di sekelilingnya berlari ke arah gate. "Semua orang panik, melompati meja," katanya. Ia dan sejumlah calon penumpang lain yang tak tahu duduk perkaranya mengaku bingung.

"Ada apa? Apakah ada orang yang menembak," kata Fogarty, menirukan pertanyaan orang-orang kala itu. Ia mengaku tak mendengar suara tembakan. 

Saat ini, tersangka Esteban Santiago sudah ditahan aparat berwenang. Penyelidik tengah memeriksa motif penyerangan. Termasuk menyelidiki dugaan, ia mengalami gangguan mental dan mendengar suara misterius di kepalanya yang memerintahkannya melakukan aksi kejam.

Menurut seorang aparat senior, Santiago pada November lalu pernah mendatangi kantor FBI di Anchorage. Saat itu, ia mengeluarkan pernyataan yang mengganggu, yang membuat aparat memintanya memeriksakan kesehatan mentalnya. "Santiago tampak gelisah dan kacau. Ia mengatakan, pikirannya dikontrol oleh badan intelijen AS," kata pejabat yang tak disebutkan namanya itu. 

Sementara sumber pihak keamanan lainnya mengatakan, terlalu dini untuk menentukan, apakah Santiago terinspirasi kelompok teroris, termasuk ISIS. Meski, tersangka diketahui melihat sejumlah material ekstremis lewat internet. Dalam kondisi terluka dan dalam perawatan di rumah sakit, Santiago juga telah dimintai keterangan oleh FBI. 

Menanggapi kejadian tersebut, Presiden ke-45 AS terpilih Donald Trump mengatakan ia, "memantau situasi yang mengerikan di Florida. Trump juga mengaku telah berdiskusi dengan Gubernur Rick Scott, terkait perkembangan situasi pascapenembakan. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,