Lagi, 33 Napi Tewas Akibat Kerusuhan di Penjara Brasil

Lagi, 33 Napi Tewas Akibat Kerusuhan di Penjara Brasil

Suasana penjara di Brazil. (foto - blog)

Monte Cristo - Kerusuhan di penjara Brasil kembali pecah, yang kali ini terjadi di penjara milik negara bagian Roraima di Monte Cristo. Sedikitnya 33 orang narapidana (napi) tewas dalam kerusuhan itu. Ini merupakan insiden kedua dalam sepekan terakhir di Negeri Samba.
 
Sebelumnya, sebanyak 56 napi tewas dalam kerusuhan di penjara Kota Manaus. Insiden berdarah tersebut dipicu oleh perang antargeng narkoba yang berada di dalam penjara. Kerusuhan yang terjadi di Monte Cristo itu diduga sebagai aksi balas dendam atas kerusuhan penjara yang terjadi Manaus.
 
Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (7/1/2017) pemerintah setempat terpaksa menurunkan pasukan khusus dari kepolisian, untuk mengamankan kerusuhan. Insiden serupa pernah terjadi di penjara itu pada Oktober 2016 hingga mengakibatkan 10 orang tewas.
 
Sedikitnya, 93 orang napi tewas terbunuh dalam tiga insiden kerusuhan penjara berbeda di Brasil sepanjang pekan ini. Serangkaian kerusuhan itu memunculkan kekhawatiran atas meluasnya kekerasan antargeng narkoba, yang mengontrol sebagian besar penjara di Brasil.
 
Pejabat tinggi negara bagian Roraima, Uziel de Castro menuding geng narkoba First Capital Command (PCC) sebagai penyebab kerusuhan. Geng itu menjadi sasaran pembantaian di penjara Kota Manaus pada Senin 2 Januari 2017. Namun, dugaan itu dibantah oleh salah satu pejabat pemerintah.
 
Sementara itu, Menteri Kehakiman Brasil Alexandre Moraes menyatakan, kerusuhan berdarah di Roraima adalah hasil dari konflik internal di PCC dan tidak berhubungan dengan pembantaian di penjara Manaus. Ia bersikeras pemerintah Brasil sangat kapabel dalam mengelola penjara. Namun, pakar keamanan memprediksi masih akan terjadi sejumlah kekerasan penjara setelah insiden di Manaus.
 
Kerusuhan di penjara Manaus tersebut sangat mengerikan. Sejumlah mayat napi dimutilasi dan kepalanya dibuang keluar tembok penjara. Tidak hanya itu, jenazah para korban tewas dibakar dalam kobaran api unggun.
 
Sistem penjara di Brasil sering mendapat kritikan dari lembaga pengawas internasional, karena dinilai terlalu penuh dan tidak memadai. Penjara di Manaus yang menjadi lokasi kerusuhan dibangun untuk menampung 454 napi. Namun, berdasarkan laporan media setempat, penjara itu saat ini menampung hampir 600 orang tahanan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,